Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kisah perjuangan menunaikan ibadah haji datang dari Sulaji, seorang tukang tambal ban di sudut Kota Semarang. Dengan penghasilan yang tidak menentu, ia berhasil mewujudkan impiannya berangkat ke Tanah Suci setelah bertahun-tahun menabung sedikit demi sedikit dari hasil pekerjaannya.
Perjalanan Sulaji menuju Baitullah tidaklah mudah. Ia mulai menabung sejak 2009 dengan menyisihkan sebagian pendapatan harian dari usaha tambal ban yang digelutinya. Dalam kurun waktu sekitar empat tahun, ia berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 25 juta untuk mendaftar haji.
Namun perjuangannya belum berhenti. Saat tiba waktu pelunasan biaya haji pada 2026, Sulaji harus memanfaatkan dana arisan untuk menutupi kekurangan biaya. Langkah tersebut membuatnya masih memiliki utang dari arisan sekitar Rp 10 juta ketika berangkat ke Tanah Suci.
Baca Juga: Pemerintah Potong Bunga PNM Mekaar Dari 25% Jadi 8%, Ini Syarat & Dokumen Pinjamannya
Kisah tersebut menarik perhatian Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak saat mengunjungi Sulaji di tempat kerjanya di Semarang. Dalam kesempatan itu, Dahnil menyampaikan bahwa pemerintah dan Uni Emirat Arab (UAE) berupaya hadir membantu masyarakat yang memiliki semangat dan ketulusan dalam menjalankan ibadah haji.
“Pak Sulhaji bisa jadi contoh. Kementerian Haji dan Umroh bersama dengan pemerintah Uni Emirat Arab, dengan pemerintah Indonesia. Pak Sulhaji beruntung, terpilih, akhirnya dapat bantuan,” tutur Dahnil dalam keterangannya, Rabu (25/6/2026).
Dahnil menjelaskan, Kementerian Haji dan Umrah mendata sejumlah jemaah yang memiliki kisah perjuangan luar biasa dalam mempersiapkan biaya haji. Melalui kolaborasi pemerintah Indonesia dan pemerintah Uni Emirat Arab, bantuan kemudian diberikan kepada Sulaji untuk meringankan beban ekonominya.
Menurut Dahnil, bantuan tersebut cukup untuk melunasi utang yang masih dimiliki Sulaji, bahkan masih menyisakan dana yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga.
“Saya sampaikan kepada Pak Sulaji bahwa utang itu harus segera diselesaikan karena merupakan amanah. Setelah utangnya lunas, sisanya bisa digunakan untuk pendidikan anak-anak, tambahan modal usaha, atau kebutuhan produktif lainnya agar manfaat hajinya semakin terasa,” katanya.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar program-program pemerintah memberikan dampak langsung bagi warga yang membutuhkan.
Baca Juga: Daya Saing Indonesia Turun, Lemahnya Infrastruktur dan Efisiensi Bisnis Jadi Sorotan
Dahnil berharap kisah Sulaji dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa keterbatasan ekonomi bukan halangan untuk meraih cita-cita berhaji. Di sisi lain, pemerintah akan terus meningkatkan edukasi dan pendampingan terkait perencanaan keuangan haji agar masyarakat dapat mempersiapkan keberangkatan secara lebih matang.
Selain itu, ia berharap kehadiran negara harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, terutama mereka yang telah menunjukkan semangat, kerja keras, dan ketulusan dalam beribadah.
“Semoga kemabruran haji Pak Sulaji membawa keberkahan dan manfaat bagi beliau dan keluarganya. Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan kepedulian harus terus dijaga sebagai bagian dari nilai luhur bangsa,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














