kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Ganjar Singgung Keresahan Civitas Akademika dan Tokoh Soal Demokrasi


Minggu, 04 Februari 2024 / 20:37 WIB
Ganjar Singgung Keresahan Civitas Akademika dan Tokoh Soal Demokrasi
Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menghadiri Debat Kelima Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024). Debat Kelima Pilpres 2024 yang diikuti tiga pasangan capres-cawapres tersebut bertema kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Debat kelima calon presiden berlangsung di JCC Senayan, Minggu (4/2). 

Dalam pemaparan visi, Calon Presiden (Capres) Ganjar Pranowo menyinggung keresahan para civitas akademika dan sejumlah tokoh terkait demokrasi yang belakangan terjadi. 

"Keresahan yang muncul baik dari Gus Mus, Muhammadiyah, Romo Magnis, Gunawan Muhammad, dan kampus-kampus mesti menjadi catatan kita bersama bahwa kita dalam konteks ber-Indonesia, berbudaya semua harus dalam koridor yang baik," kata Ganjar dalam debat tersebut. 

Baca Juga: Ganjar Janji Bakal Mengkaji Ulang UU Ciptaker

Ganjar mengatakan bahwa demokrasi hari ini harus berjalan lebih baik sesuai jalurnya. Untuk itu, menurutnya pemimpin harus memberikan contoh yang baik agar demokrasi berjakan tanpa ada konflik kepentingan. 

"Contoh Pak Mahfud a mundur agar membangun integritas yang baik," jelas Ganjar. 

Diketahui, beberapa waktu terakhir memamng ramai kritik yang dilayangkan oleh banyak pihak termasuk civitas akademika terkait sikap Presiden Jokowi di akhir masa jabatanya. 

Baca Juga: Anies Baswedan Bicara Masalah Terbesar Indonesia Adalah Ketimpangan

Garis besar yang disampaikan adalah kekecewaan atas hancurnya tatanan hukum dan demokrasi jelang pilpres. Kelompok ini juga menyerukan netralitas aparat, hak memilih tanpa intimidasi dan pengawasan seluruh perguruan tinggi dalam proses demokrasi.   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×