kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Empat BUMN Ini Akan Mendapat Suntikan PMN Rp 11,46 Triliun, untuk Apa?


Jumat, 19 Desember 2025 / 09:43 WIB
Empat BUMN Ini Akan Mendapat Suntikan PMN Rp 11,46 Triliun, untuk Apa?
ILUSTRASI. Pemerintah akan melakukan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) dengan total nilai mencapai Rp 11,46 triliun. Salah satunya untuk PT Kereta Api Indonesia (KAI).


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah akan melakukan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) dengan total nilai mencapai Rp 11,46 triliun, dan pembayarannya ditargetkan rampung di Desember 2025. 

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, PMN tersebut disalurkan kepada empat BUMN strategis. Rinciannya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperoleh PMN sebesar Rp 1,8 triliun, PT Industri Kereta Api (INKA) sebesar Rp 473 miliar, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sebesar Rp 2,5 triliun, serta PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebesar Rp 6,68 triliun.

"Dan untuk itu telah dilakukan Rapat Kerja Menteri Keuangan dengan Komisi XI DPR tanggal 8 Desember yang lain menyepakati PMN untuk kebutuhan BUMN," ungkap Suahasil dalam konfrensi pers APBN Kita Edisi Desember, Kamis (18/12/2025).

Baca Juga: Pemerintah Sudah Tarik Utang Baru Rp 614,9 Triliun Sampai Akhir November 2025

Lebih lanjut, Suahasil menyebut, PMN untuk PT KAI dialokasikan guna mendukung penguatan layanan perkeretaapian nasional. Sementara itu, PMN kepada INKA ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi sarana perkeretaapian dalam negeri.

Adapun PMN kepada Pelni merupakan kelanjutan dari penyertaan modal sebelumnya, yang ditujukan untuk mendukung operasional dan penugasan layanan angkutan laut nasional. 

Sementara itu, PMN terbesar disalurkan kepada PT SMF sebesar Rp 6,68 triliun guna mendukung program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dalam penyediaan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Semoga dengan persetujuan DPR ini bisa kita selesaikan. Dan PMN ini kita selesaikan, kita bayarkan pada bulan Desember ini,” ujar Suahasil.

Baca Juga: Penyerapan Belanja APBD Lambat, Dana Pemda Rp 218,2 Triliun Menumpuk di Bank

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×