kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Penyerapan Belanja APBD Lambat, Dana Pemda Rp 218,2 Triliun Menumpuk di Bank


Jumat, 19 Desember 2025 / 09:05 WIB
Penyerapan Belanja APBD Lambat, Dana Pemda Rp 218,2 Triliun Menumpuk di Bank
ILUSTRASI. Wamenkeu Suahasil Nazara mengatakan, dana pemda yang mengendap di perbankan masih cukup besar, yakni mencapai Rp 218,2 triliun per November 2025.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Realisasi belanja pemerintah daerah (Pemda) hingga akhir November 2025 tercatat Rp 922,5 triliun, atau setara 65,3% dari total pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Di sisi lain, dana pemda yang mengendap di perbankan masih cukup besar, yakni mencapai Rp 218,2 triliun pada periode yang sama.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, belanja pemda menunjukkan akselerasi signifikan pada November 2025. Jika dibandingkan dengan realisasi belanja hingga akhir Oktober yang sebesar Rp 808,5 triliun, maka selama November saja Pemda telah membelanjakan sekitar Rp 114 triliun.

“Selama bulan November, belanja Pemda mencapai Rp 114 triliun. Angka ini bahkan lebih tinggi dibandingkan transfer ke daerah selama November yang sebesar Rp 82 triliun,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita Edisi Desember, Kamis (18/12/2025).

Baca Juga: Anggaran Rp 43,8 Triliun TKD 2026 Disalurkan Tanpa Syarat untuk Daerah Bencana

Suahasil menjelaskan, peningkatan belanja tersebut berdampak pada penurunan saldo kas pemerintah daerah.

Pada akhir Oktober 2025, saldo kas pemda di perbankan tercatat sebesar Rp 230,1 triliun, sementara pada akhir November turun menjadi Rp 218,2 triliun.

“Terjadi penurunan saldo rekening pemda, yang mencerminkan bahwa dana yang ada mulai dibelanjakan,” jelasnya.

Suahasil menyebut, realisasi belanja pemda masih berpeluang untuk terus ditingkatkan. Pasalnya, serapan belanja hingga November baru mencapai 65,3% dari pagu APBD.

“Belanja pemda seharusnya bisa lebih tinggi lagi. Karena itu, kami berharap Pemda dapat terus mempercepat belanja pada bulan Desember agar manfaatnya bisa lebih cepat dan lebih besar dirasakan oleh masyarakat,” kata Suahasil.

Baca Juga: Realisasi Belanja Program MBG Baru Terserap 74,6% per November 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×