kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Kementerian BUMN Dapat Anggaran Rp 280 Miliar untuk Tahun 2026


Jumat, 05 September 2025 / 12:16 WIB
Kementerian BUMN Dapat Anggaran Rp 280 Miliar untuk Tahun 2026
ILUSTRASI. Kementerian BUMN akan mendapatkan pagu anggaran tahun 2026 sebesar Rp 280 miliar.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memperoleh pagu anggaran tahun 2026 sebesar Rp 280 miliar.

Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, dana tersebut akan dibagi untuk berbagai fungsi sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

Adapun berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025, Erick menambahkan, Kementerian BUMN bertransformasi menjalankan sejumlah peran strategis sebagai regulator merumuskan regulasi yang berorientasi pada kontribusi BUMN dan ekonomi nasional.

"Kementerian BUMN juga diharapkan menjadi katalisator untuk regulasi terkait BUMN dengan seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah," ujar Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR terkait rencana kerja dan anggaran (RKA) Kementerian BUMN tahun anggaran 2026 di Gedung DPR, Kamis (4/9/2025).

Erick menjelaskan peran sebagai BUMN sebagai pengawas mencakup pemantauan risiko portofolio, audit kepatuhan berbasis regulasi.

Baca Juga: Target 1 Juta Jargas Berlanjut, Kementerian ESDM Siapkan Dana Rp 5,8 Triliun

Kementeriannya juga akan memastikan prioritas BUMN sejalan dengan visi-misi Bapak Presiden Prabowo Subianto dan kepentingan negara.

"Kami juga sebagai pemegang saham seri A dan Perum memastikan kesempurnaan strategi antara portofolio BUMN yang dikelola Danantara terhadap program strategis Bapak Presiden Prabowo Subianto," ucap Erick.

Ia juga menjabarkan dalam empat tahun terakhir, penyerapan anggaran dalam empat tahun belakangan, rata-rata menyentuh 96%.

"Kalau kita lihat dari empat tahun terakhir yaitu kami berhasil menyerap rata-rata 96%," lanjut Erick.

Lebih detail, dana Rp 280 miliar tahun 2026 akan dialokasikan untuk administrasi atau operasional sebesar Rp129,2 miliar atau 46%.

Kemudian fungsi Kementerian BUMN regulator sebesar Rp 38,1 miliar atau 14%. Serta anggaran untuk fungsi pengawasan sebesar Rp 32,8 miliar atau 11,7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×