Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor minyak bumi dan gas (migas) Indonesia sepanjang Januari–November 2025 mencapai US$ 11,81 miliar. Nilai tersebut turun 17,64% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 14,34 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan, penurunan ekspor migas tersebut terjadi di tengah kinerja ekspor nonminyak dan gas (nonmigas) yang masih menunjukkan pertumbuhan ke sejumlah negara tujuan utama.
Jika ditinjau berdasarkan negara dan kawasan tujuan, nilai ekspor nonmigas ke Tiongkok merupakan yang terbesar sepanjang Januari–November 2025 yakni tembus US$ 58,24 miliar atau meningkat 6,42% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Disusul oleh negara ASEAN dengan nilai ekspor migas mencapai US$ 47,21 miliar, dan Amerika Serikat sebesar US$ 28,14 miliar sepanjang Januari-November 2025.
Baca Juga: Ini Detail Aturan RKAB 2026: Kementerian ESDM Izinkan Operasi Tambang hingga 31 Maret
“Jika dibandingkan secara kumulatif dengan periode yang sama tahun lalu, pada Januari hingga November 2025 ekspor nonmigas ke Amerika Serikat, ASEAN, dan Uni Eropa mengalami peningkatan, sementara ke India mengalami penurunan,” ungkap Pudji dalam konferensi pers, Senin (5/1/2026).
Sementara itu, secara bulanan kinerja ekspor migas masih tertekan. BPS mencatat nilai ekspor migas pada November 2025 hanya sebesar US$ 0,88 miliar atau turun 32,88% yoy dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.
Selanjutnya: Dana Pensiun BCA Sesuaikan Portofolio SRBI di Tengah Pasar 2025
Menarik Dibaca: Ramalan 12 Zodiak Keuangan dan Karier Besok Selasa 6 Januari 2026, Harus Cermat
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













