Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus memperkuat strategi untuk mendorong ekspor di tengah ketidakpastian global dengan membuka akses pasar baru dan mempercepat penyelesaian perjanjian dagang.
Per Maret 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai ekspor Indonesia pada Maret 2026 sebesar US$ 22,53 miliar, turun 3,10% secara tahunan dibandingkan Maret 2025 yang mencapai US$ 23,25 miliar. Penurunan ini terutama dipicu oleh melemahnya kinerja ekspor nonmigas pada sejumlah komoditas utama.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, salah satu langkah utama yang ditempuh untuk mendorong pertumbuhan ekspor adalah memperluas pasar ekspor Indonesia, termasuk mempercepat proses kerja sama dengan kawasan Eropa.
Baca Juga: Kemenkeu Siap Stabilisasi Pasar SBN Jika Volatilitas Meningkat
Airlangga mengatakan, pemerintah telah berkomunikasi dengan Komisioner Perdagangan Uni Eropa untuk mendorong percepatan ratifikasi perjanjian dagang.
“Kita berharap proses ratifikasi dengan Uni Eropa bisa segera berproses. Saat ini masih dalam tahap penyelesaian terjemahan ke 22 bahasa,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026)
Ia menargetkan, jika proses tersebut rampung, maka akses pasar ke kawasan Uni Eropa bisa mulai terbuka pada 1 Januari tahun depan dengan tarif bea masuk nol.
Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan kerja sama perdagangan dengan negara lain seperti Kanada melalui skema Free Trade Agreement (FTA) atau perjanjian perdagangan bebas. Airlangga menyebut, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan ekspor ke negara tersebut di tengah dinamika perdagangan global.
“Dengan Kanada kita sudah punya FTA, dan di tengah ketidakpastian global, peran Indonesia menjadi semakin penting. Beberapa produk kita akan mulai dilihat untuk masuk ke pasar Kanada,” jelasnya.
Tak hanya itu, kerja sama ekonomi dengan Inggris juga terus diperkuat. Pemerintah saat ini tengah mendorong peningkatan kerja sama dari skema Economic Growth Partnership menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) atau perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif.
Baca Juga: Airlangga Beberkan Kabar Terbaru Kebijakan Stimulus KUR dan Insentif Motor Listrik
“Dengan Inggris kita sudah memiliki Economic Growth Partnership, dan ini akan berproses menuju FTA atau CEPA,” tambahnya.
Airlangga menegaskan, langkah pembukaan pasar ekspor ini menjadi strategi penting pemerintah untuk menjaga kinerja perdagangan di tengah tekanan global, sekaligus memperluas peluang bagi produk Indonesia di pasar internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













