kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Ekonomi Indonesia Tidak Boleh Bergantung Ekspor


Selasa, 08 Desember 2009 / 09:45 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Pemerintah sadar pertumbuhan ekonomi yang hanya mengandalkan ekspor tak akan bertahan lama. Sebab, perekonomian akan terguncang begitu krisis global datang.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan perlunya tidak ikut-ikutan memilih economic grand policy yang berorientasi pada ekspor semata. “Kalau pertanian, industri, dan jasa kita dibangun untuk diekspor sebesar-besarnya sebagai source of growth, maka apabila dunia mengalami krisis yang sama, ekonomi kita akan hancur,” ujar SBY di Istana Negara, Senin (7/12).

Menurut SBY, Indonesia harus meningkatkan dan memperkuat pasar domestik serta meningkatkan investasi di daerah. "Indonesia itu daratan dan lautan yang luasnya 8 juta kilometer persegi dan penduduknya kurang lebih 240 juta, ekonominya tumbuh, sumber daya alamnya banyak, income per kapitanya sudah di atas US$ 2.000," urai SBY.

Karena itu, kata SBY, agar investasi di daerah terus tumbuh, maka pembangunan infrastruktur perlu dipacu, dan persoalan tata ruang perlu dibereskan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×