kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ekonomi Indonesia Tidak Boleh Bergantung Ekspor


Selasa, 08 Desember 2009 / 09:45 WIB
Ekonomi Indonesia Tidak Boleh Bergantung Ekspor


Reporter: Hans Henricus | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Pemerintah sadar pertumbuhan ekonomi yang hanya mengandalkan ekspor tak akan bertahan lama. Sebab, perekonomian akan terguncang begitu krisis global datang.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan perlunya tidak ikut-ikutan memilih economic grand policy yang berorientasi pada ekspor semata. “Kalau pertanian, industri, dan jasa kita dibangun untuk diekspor sebesar-besarnya sebagai source of growth, maka apabila dunia mengalami krisis yang sama, ekonomi kita akan hancur,” ujar SBY di Istana Negara, Senin (7/12).

Menurut SBY, Indonesia harus meningkatkan dan memperkuat pasar domestik serta meningkatkan investasi di daerah. "Indonesia itu daratan dan lautan yang luasnya 8 juta kilometer persegi dan penduduknya kurang lebih 240 juta, ekonominya tumbuh, sumber daya alamnya banyak, income per kapitanya sudah di atas US$ 2.000," urai SBY.

Karena itu, kata SBY, agar investasi di daerah terus tumbuh, maka pembangunan infrastruktur perlu dipacu, dan persoalan tata ruang perlu dibereskan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×