kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Ekonomi Indonesia akan memasuki krisis bila dua hal ini terjadi


Selasa, 05 Mei 2020 / 15:09 WIB
ILUSTRASI. Petugas keamanan mengawasi proses bongkar muat kontainer di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (19/3). PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) menargetkan semua pelabuhan yang di bawah tanggung jawabnya akan menerapkan 'Integrated Billing Sy


Reporter: | Editor: Noverius Laoli

“Kita masuk krisis jika pertumbuhan ekonomi terkontraksi minimal 2 kuartal berturut-turut, artinya jika pertumbuhan PDB kuartal II dan kuartal III mengalami kontraksi,” Jelasnya kepada KONTAN, Selasa (5/5).

Sehingga, agar hal tersebut tidak terjadi, Faisal menyarankan beberapa fokus utama yang perlu dilakukan untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Konsumsi rumah tangga hanya tumbuh 2,84% di kuartal I 2020

Pertama, fokus pada penanggulangan wabah sesegera mungkin, karena hal ini merupakan sumber masalahnya. Apabila lebih cepat wabah diatasi, lebih cepat juga proses pemulihan ekonomi.

Kedua memberikan stimulus ekonomi kepada pelaku usaha agar bisa dapat berjuang dan bersemangat, serta juga kepada masyarakat (rumah tangga) untuk terus menjaga daya belinya selama masa pandemik.

Ketiga, pengadaan barang dan jasa pemerintah tahun ini diarahkan sebesar mungkin untuk membeli produk barang dan jasa domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×