kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.034   51,00   0,28%
  • IDX 6.184   -12,06   -0,19%
  • KOMPAS100 808   -3,35   -0,41%
  • LQ45 613   -1,80   -0,29%
  • ISSI 214   -0,39   -0,18%
  • IDX30 345   -0,99   -0,29%
  • IDXHIDIV20 427   -1,47   -0,34%
  • IDX80 92   -0,37   -0,40%
  • IDXV30 116   -0,50   -0,43%
  • IDXQ30 110   -0,58   -0,52%

Ekonom: Tambahan Bansos Rp 24,17 Triliun Cukup untuk Jaga Daya Beli Masyarakat


Senin, 05 September 2022 / 11:31 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM), pemerintah sudah menyediakan tambahan bantuan sosial sebesar Rp 24,17 triliun. Harapannya, ini bisa menjaga daya beli masyarakat di tengah peningkatan harga.

Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menilai, nominal tambahan yang dikucurkan oleh pemerintah tersebut cukup untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama masyarakat miskin di desil 1.

Asal tahu saja, desil 1 merupakan rumah tangga dalam kelompok 10% terendah atau rumah tangga sangat miskin.

“Ini cukup untuk menjaga daya beli. Dengan asumsi, seiring peningkatan perbaikan ekonomi, ada peningkatan penerimaan masyarakat juga yang lebih besar dari ekspektasi inflasi yang terjadi,” tutur Riefky kepada Kontan.co.id, Minggu (4/9).

Baca Juga: Dampak Kenaikan Harga BBM, Inflasi September-Oktober Diproyeksi Melejit

Meski begitu, Riefky memandang pemerintah masih memiliki ruang untuk menambah bantuan sosial bila nantinya diperlukan. Pasalnya, dengan keputusan menaikkan harga BBM, akan ada penghematan anggaran.

Namun, ia menyarankan pemerintah tidak perlu mengucurkan semua anggaran tersebut ke bantuan sosial dalam waktu dekat. Ia mengibaratkan, pemerintah bisa menyimpan anggaran tersebut untuk dana cadangan apabila terjadi krisis yang tiba-tiba lagi.

“Jadi, kalau ada future shock baik di sisa tahun 2022 maupun 2023, pemerintah masih ada ruang untuk menambah bantuan sosial, terutama dari penghematan subsidi BBM tersebut,” tandas Riefy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×