kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Ekonom: Program BPNT lebih berikan fleksibilitas ketimbang rastra


Kamis, 08 November 2018 / 22:22 WIB
ILUSTRASI. Menko PMK Puan Maharani berbincang dengan Mensos Agus Gumiwang


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Sosial (Kemsos) tengah mengupayakan agar transformasi program beras sejahtera (rastra) ke bantuan pangan non-tunai (BPNT) sepenuhnya bisa segera selesai di awal tahun 2019. Ekonom menilai program BPNT akan memberikan fleksibilitas ketimbang rastra.

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, pemerintah dinilai dapat menjalankan program BPNT tersebut secara merata di Februari 2019.

Pasalnya, pemerintah juga terbilang sudah memiliki pengalaman dalam hal penyaluran bantuan non-tunai seperti misalnya Program Indonesia Pintar (PIP).

"Kesiapannya sudah ada, program BPNT ini saya rasa dapat lebih fleksibel dibanding rastra sebelumnya. Masyarakat dapat membeli kebutuhan sehari-hari dengan kualitas lebih baik," kata Lana kepada Kontan.co.id, Kamis (7/11).

Namun untuk kendala infrastruktur internet yang belum merata, Lana yakin pemerintah akan bisa menyelesaikan segera untuk memudahkan berjalannya program ini sepenuhnya di tahun depan.

Hanya saja, Lana menyarankan kepada pemerintah dapat memperluas jaringan e-warung yang tidak hanya terpaku pada toko-toko besar saja namun juga toko kecil yang memiliki edisi bisa ikut dimanfaatkan.

"Sehingga multiplier effect-nya lebih terasa," imbuh Lana

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×