kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekonom Indef sebut penurunan harga minyak dunia perbesar surplus neraca dagang


Kamis, 23 April 2020 / 18:44 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/1).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, dampak penurunan harga minyak mentah dunia saat ini memperbesar potensi surplus neraca dagang.

Akan tetapi, surplusnya neraca dagang ini tidak mencerminkan kinerja ekspor yang meningkat dan tidak menjadi indikator yang bagus untuk pemulihan.

Baca Juga: Ini sentimen yang membuat rupiah kembali menguat ke Rp 15.415 per dolar AS

"Jadi hanya kebetulan impornya mengalami penurunan karena penurunan harga minyak ini. Tetapi sebenarnya dari sisi ekspor-pun juga mengalami penurunan," jelas Bhima.

Dari sisi ekspor, Bhima melihat adanya potensi penurunan nilai ekspor terutama dari komoditas batubara dan minyak kelapa sawit di sepanjang tahun ini, sebagai imbas dari penurunan harga minyak.

Lebih lanjut, ia juga memprediksi penurunan ini bisa masih terus bertahan bila Covid-19 juga masih mewabah di dunia. Pasalnya, sebagian besar industri yang membutuhkan energi, khususnya minyak, seperti industri manufaktur dan transportasi masih tidak bergerak secara optimal.

"Sehingga ada kelebihan pasokan. Dinamika supply dan permintaan yang seperti masih akan terjadi seiring dengan adanya Covid-19," tandasnya.

Baca Juga: Pemerintah timbang usulan Kadin untuk menambah anggaran penanganan corona




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×