kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Ekonom Indef sebut penurunan harga minyak dunia perbesar surplus neraca dagang


Kamis, 23 April 2020 / 18:44 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/1).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, dampak penurunan harga minyak mentah dunia saat ini memperbesar potensi surplus neraca dagang.

Akan tetapi, surplusnya neraca dagang ini tidak mencerminkan kinerja ekspor yang meningkat dan tidak menjadi indikator yang bagus untuk pemulihan.

Baca Juga: Ini sentimen yang membuat rupiah kembali menguat ke Rp 15.415 per dolar AS

"Jadi hanya kebetulan impornya mengalami penurunan karena penurunan harga minyak ini. Tetapi sebenarnya dari sisi ekspor-pun juga mengalami penurunan," jelas Bhima.

Dari sisi ekspor, Bhima melihat adanya potensi penurunan nilai ekspor terutama dari komoditas batubara dan minyak kelapa sawit di sepanjang tahun ini, sebagai imbas dari penurunan harga minyak.

Lebih lanjut, ia juga memprediksi penurunan ini bisa masih terus bertahan bila Covid-19 juga masih mewabah di dunia. Pasalnya, sebagian besar industri yang membutuhkan energi, khususnya minyak, seperti industri manufaktur dan transportasi masih tidak bergerak secara optimal.

"Sehingga ada kelebihan pasokan. Dinamika supply dan permintaan yang seperti masih akan terjadi seiring dengan adanya Covid-19," tandasnya.

Baca Juga: Pemerintah timbang usulan Kadin untuk menambah anggaran penanganan corona




TERBARU

[X]
×