Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli
Akan tetapi, pada periode Juli 2020 hingga September 2020 ini, Tauhid lebih melihat kalau perekonomian didorong oleh belanja pemerintah. Akselerasi belanja pemerintah bersumber dari penyaluran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang mulai masif.
Ke depan, Tauhid melihat kalau pertumbuhan ekonomi di keseluruhan tahun 2020 masih akan negatif. Proyeksinya, akan bisa berada di kisaran minus 1,35% yoy hingga minus 1,8% yoy.
Baca Juga: Sri Mulyani: Ekonomi kuartal III-2020 membaik, tapi ongkosnya mahal
Kalau ingin perekonomian bisa lebih baik, kunci utamanya adalah perbaikan sektor kesehatan. Mneurutnya, pembatasan aktivitas di daerah-daerah zona merah juga merupakan hal yang tepat karena meminimalisir penularan Covid-19 ini.
Selain itu, pemerintah juga perlu memperhatikan dengan lebih kelompok-kelompok yang rentan dan sangat terdampak pandemi. Apalagi, ini menyangkut daya beli dan pertumbuhan konsumsi rumah tangga.
Terakhir, perlu diperhatikan juga dampak Covid-19 ini terhadap sektor keuangan dan financial yang sudah mulai berjalan.
Selanjutnya: Rilis pertumbuhan ekonomi dan hasil pilpres AS mewarnai IHSG dalam jangka pendek
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













