kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   0,00   0,00%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Ekonom CORE ramal penerimaan negara bakal shortfall di akhir tahun


Senin, 05 Juli 2021 / 17:36 WIB
ILUSTRASI. Ekonom CORE ramal penerimaan negara bakal shortfall di akhir tahun


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy meramal penerimaan negara bakal shortfall di akhir tahun ini. Proyeksi tersebut sejalan dengan pengendalian virus corona yang belum membaik, sehingga membuat aktivitas perekonomian melandai. 

Setali tiga uang, di semester II 2021 tantangan penerimaan negara makin bertambah. Meski, pada semester I 2021, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melaporkan realisasi penerimaan negara mencapai Rp 886,9 triliun, tumbuh 9,1% year on year (yoy). 

Pencapaian tersebut setara dengan 50,9% dari target penerimaan negara hingga akhir 2021 sebesar Rp 1.743,6 triliun. Artinya dalam waktu enam bulan, pemerintah tinggal mencari sumber penerimaan sebesar Rp 856,7 triliun agar mencapai target yang telah ditentukan.

Dari angka tersebut seluruh pos pendapatan negara tumbuh positif yakni penerimaan pajak 4,9% yoy, penerimaan kepabeanan dan cukai 31,1% yoy, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tumbuh 11,4% secara tahunan.

Baca Juga: Tangani lonjakan Covid-19, pemerintah kembali refocusing anggaran Rp 32 triliun

Yusuf mengatakan untuk penerimaan pajak, di semester II 2021 akan banyak ditentukan oleh kinerja tiga sektor utama. Pertama sektor manufaktur yang dinilai.

Meski ada peluang pertumbuhan, pemulihannya akan terbatas karena terdampak dari upaya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dilakukan pemerintah.

Namun beberapa sub-sektor masih berpeluang untuk tumbuh, seperti makanan dan minuman, farmasi dan obat tradisional, hingga logam mulia. Meski begitu, industri tekstil dan produk tekstil permintaannya akan sedikit tertekan sehingga akan berdampak pada kinerja sub-sektor ini.  

Kedua, kinerja pajak dari sektor perdagangan dalam enam bulan ke depan bakal cukup sulit mencapai titik puncak setelah melewati Idul Fitri dan Ramadhan lalu. Meski harapannya tentu ada pada akhir tahun nanti, tersokong Natal dan Tahun Baru. 

Baca Juga: Sri Mulyani sebut penerimaan negara tumbuh 9,1% pada semester I 2021




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×