CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Ekonom Core: Menambah Rasio Ekspor CPO Bisa Jadi Jalan Tengah


Kamis, 04 Agustus 2022 / 20:33 WIB
Ekonom Core: Menambah Rasio Ekspor CPO Bisa Jadi Jalan Tengah
ILUSTRASI. Sejumlah truk pengangkut Tanda Buah Segar (TBS) kelapa sawit mengantre untuk pembongkaran di salah satu pabrik minyak kelapa sawit


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah kembali menambah rasio ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya menjadi 1:9 bagi para eksportir yang menjalankan program domestic market obligation (DMO).

Asal tahu saja ini merupakan perubahan ketiga setelah sebelumnya rasio DMO 1:3 di awal kebijakan DMO, lalu di tambah menjadi 1:7 dan yang terakhir 1:9.

Ekonom Center of Reform On Economic (Core) Indonesia Yusuf Rendy mengatakan, penambahan ekspor CPO menjadi 1:9 bisa menjadi jalan tengah untuk mengatasi kelebihan stok CPO dalam negeri.

Baca Juga: Ada Pembebasan Pungutan Ekspor CPO, Begini Respons Sampoerna Agro (SGRO)

“Namun penambahan CPO harus juga diperhitungakan dengan kebutuhan dalam negeri agar tidak ada lagi masalah kelangkaan,” terang Yusuf pada Kontan.co.id, Kamis (4/8).

Meski demikian Yusuf menuturkan bahwa harga CPO juga akan bergantung pada permintaan dari minyak nabati dan juga produksi CPO itu sendiri secara global.

Dijelaskanya, jika permintaan minyak nabati itu lebih rendah sementara permintaan cpo tinggi, maka akan dapat mengerek harga CPO ke level yang lebih tinggi. Begitu pula sebaliknya.

“Dan apabila permintaan minyak nabati tetap tinggi serta permintaan cpo rendah maka harga cpo juga tidak akan naik kelevel yang sama,” kata Yusuf.

Hal ini juga berlaku pada harga tadan buah segar (TBS) sawit petani. Sebab, CPO dan TBS saling berhubungan. Ketika harga CPO do pasar global tinggi maka aljuga akan menaikan harga TBS, pun sebaliknya.

Lanjut, Yusuf menekankan bahwa saat ini trend dar perekonomian global tengah mengarah ke resesi. Bahkan beberapa negara sudah masuk ke jurang resesi.

Baca Juga: Rasio Kuota Ekspor CPO Sudah Ditambah, Pengusaha Masih Keluhkan Ini

Dan jika tren ini lanjut, secara umum akan berdampak ke harga komoditas termasuk juga CPO. “Biasanya tren ini juga akan menurunkan harga beberapa komoditas, dan pada muaranya nanti harga CPO akan ikut turun,” jelas Yusuf.

Oleh karena itu, menurut Yusuf kebijakan menaikan rasio dirasa tepat. Selain dapat mengosongkan tangki tetapi juga untuk memastikan bahwa ada penyesuaian harga CPO sebelum perekonomian banyak negara masuk jurang resesi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×