kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Ekonom Core: Kenaikan tarif pajak impor berkontribusi pada net ekspor


Kamis, 06 September 2018 / 22:07 WIB
ILUSTRASI. Pelabuhan Tanjung Priok


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Pemerintah memutuskan menaikkan pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 terhadap 1.147 barang impor. Kebijakan ini dipandang bakal mendorong peningkatan ekonomi khusus ekspor manufaktur.

"Dampak kenaikan PPh ini kan untuk menekan impor. Ini mestinya juga diintegrasikan dengan upaya untuk memperkuat industri dalam negeri sehingga ekspor manufaktur itu meningkat ke depan,” kata Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Muhammad Faisal kepada Kontan.co.id, Kamis (6/9).

Ia menyebut bahwa dengan kenaikan PPh 22 ini akan berdampak positif pada net ekspor yang berkontribusi pada pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto). Ia juga mengatakan saat ini neraca perdagangan masih rendah.

“Jadi mestinya dampaknya terhadap pertumbuhan itu positif dari sisi kontribusi net ekspor. Kan sekarang kita net ekspornya negatif (neraca perdagangan defisit) kontribusinya terhadap pertumbuhan PDB,” katanya.

“Nah kalau dengan kebijakan ini semestinya impornya harus mulai ditekan. Paling tidak untuk impor barang konsumsi, dampaknya semestinya akan menekan dari nilai defisit barang perdagangan sehingga kontribusi net ekspor juga lebih baik terhadap PDB,” lanjutnya.

Dampak ekonomi dari kenaikan PPh impor pasal 22 ini berpotensi menumbuhkan daya beli dan konsumsi rumah tangga. Namun dampak ini dinilai tidak sebesar dampak pertumbuhan pada net ekspor.

“Jadi dampak positif ke net ekspor mungkin ada potensi dampak daya beli dan konsumsi rumah tangga. Tapi saya melihat sekarang dampak positif dari net ekspor lebih besar daripada dampak negatif ke konsumsi rumah tangga,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×