kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Ekonom Core: Kenaikan tarif pajak impor berkontribusi pada net ekspor


Kamis, 06 September 2018 / 22:07 WIB
ILUSTRASI. Pelabuhan Tanjung Priok


Reporter: Kiki Safitri | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Pemerintah memutuskan menaikkan pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 terhadap 1.147 barang impor. Kebijakan ini dipandang bakal mendorong peningkatan ekonomi khusus ekspor manufaktur.

"Dampak kenaikan PPh ini kan untuk menekan impor. Ini mestinya juga diintegrasikan dengan upaya untuk memperkuat industri dalam negeri sehingga ekspor manufaktur itu meningkat ke depan,” kata Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Muhammad Faisal kepada Kontan.co.id, Kamis (6/9).

Ia menyebut bahwa dengan kenaikan PPh 22 ini akan berdampak positif pada net ekspor yang berkontribusi pada pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto). Ia juga mengatakan saat ini neraca perdagangan masih rendah.

“Jadi mestinya dampaknya terhadap pertumbuhan itu positif dari sisi kontribusi net ekspor. Kan sekarang kita net ekspornya negatif (neraca perdagangan defisit) kontribusinya terhadap pertumbuhan PDB,” katanya.

“Nah kalau dengan kebijakan ini semestinya impornya harus mulai ditekan. Paling tidak untuk impor barang konsumsi, dampaknya semestinya akan menekan dari nilai defisit barang perdagangan sehingga kontribusi net ekspor juga lebih baik terhadap PDB,” lanjutnya.

Dampak ekonomi dari kenaikan PPh impor pasal 22 ini berpotensi menumbuhkan daya beli dan konsumsi rumah tangga. Namun dampak ini dinilai tidak sebesar dampak pertumbuhan pada net ekspor.

“Jadi dampak positif ke net ekspor mungkin ada potensi dampak daya beli dan konsumsi rumah tangga. Tapi saya melihat sekarang dampak positif dari net ekspor lebih besar daripada dampak negatif ke konsumsi rumah tangga,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×