kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ekonom Core: Kenaikan realisasi subsidi energi wajar


Minggu, 24 Maret 2019 / 16:40 WIB
Ekonom Core: Kenaikan realisasi subsidi energi wajar


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Realisasi belanja subsidi energi hingga Februari 2019 sebesar Rp 10,4 triliun atau melonjak 16,3% dari periode yang sama tahun lalu. Subsidi energi tersebut terbagi atas subsidi BBM dan LPG tyang sebesar Rp 6,2 triliun atau tumbuh 21,5% sementara subsidi sebesar Rp 4,2 triliun tumbuh 9,4%.

Melihat ini, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Pieter Abdullah Redjalam berpendapat adanya kenaikan subsidi setiap tahun adalah hal wajar. Hal ini disebabkan karena adanya faktor harga dan volume. "Volume meningkat karena secara populasi penduduk dan kegiatan ekonomi yang meningkat," ujar Pieter kepada Kontan.co.id.id, Minggu (24/3).

Berdasarkan catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), penyaluran volume solar bersubsidi serta LPG 3 kg memang mengalami peningkata. Penjualan solar bersubsidi hingga Februari tahun ini tercatat sebesar 2,44 juta kiloliter (KL) meningkat dibandingkan Februari tahun lalu yang sebesar 2,27 juta KL. Penjualan LPG 3 kg pun tercatat sebesar 1,07 juta metrik ton meningkat dibandingkan tahun lalu yang sebesar 1,03 juta metrik ton.

ESDM pun mengatakan, kenaikan subsidi ini disebabkan oleh kenaikan subsidi untuk solar yang berubah menjadi Rp 2.000 per liter dari sebelumnya Rp 500 per liter. Kebijakan ini telah disepakati sejak pertengahan Juni lalu.

Menyikapi subsidi solar sebesar Rp 2.000 per liter, Pieter berpendapat pemerintah harus memberikan argumentasi yang jelas seperti apa dasar perhitungannya. Mengapa pemerintah menaikkan subsidi empat kali lipat dari yang sebelumnya. Menurutnya, penjelasan ini dibutuhkan oleh masyarakat. "Supaya tidak ada tudingan macam-macam," tambah Pieter.

Meski demikian, Pieter pun yakin peningkatan subsidi ini tidak akan terjadi terus menerus. Menurutnya, pemerintah akan berkomitmen menjaga APBN yang telah ditetapkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×