kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ekonom CIMB Niaga sarankan BI aktifkan bilateral currency swap agreement


Senin, 06 April 2020 / 05:50 WIB


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

"BSA harus dilihat dalam konteks 'balance of payment disequilibrium' alias proses ketidakseimbangan kronis dalam struktur neraca pembayaran," paparnya.

Lebih lanjut, Adrian mengatakan, apabila BCSA diaktifkan tidak akan ada sentimen negatif yang akan timbul. Menurutnya, malah pengaktifan BCSA ini dapat menambah kepercayaan bahwa likuiditas dolar tersedia.

Baca Juga: Karena corona, ribuan warga Italia meninggal di rumah akibat kurangnya tenaga medis

"Nggak ada sentimen negatif. Untuk pelaku pasar keuangan malah itu menambah confidence bahwa likuiditas dolar tersedia," kata Adrian.

Adrian sendiri saat ini belum dapat membeberkan proyeksi nilai tukar rupiah pada akhir 2020 mendatang. Pasalnya, laporan proyeksi tersebut saat ini masih dalam tahap penyusunan dan rencananya baru akan dirilis pada minggu depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×