kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Ekonom CIMB Niaga sarankan BI aktifkan bilateral currency swap agreement


Senin, 06 April 2020 / 05:50 WIB


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

"BSA harus dilihat dalam konteks 'balance of payment disequilibrium' alias proses ketidakseimbangan kronis dalam struktur neraca pembayaran," paparnya.

Lebih lanjut, Adrian mengatakan, apabila BCSA diaktifkan tidak akan ada sentimen negatif yang akan timbul. Menurutnya, malah pengaktifan BCSA ini dapat menambah kepercayaan bahwa likuiditas dolar tersedia.

Baca Juga: Karena corona, ribuan warga Italia meninggal di rumah akibat kurangnya tenaga medis

"Nggak ada sentimen negatif. Untuk pelaku pasar keuangan malah itu menambah confidence bahwa likuiditas dolar tersedia," kata Adrian.

Adrian sendiri saat ini belum dapat membeberkan proyeksi nilai tukar rupiah pada akhir 2020 mendatang. Pasalnya, laporan proyeksi tersebut saat ini masih dalam tahap penyusunan dan rencananya baru akan dirilis pada minggu depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×