kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Ekonom BCA: Pelemahan rupiah bisa berpengaruh ke impor barang konsumsi


Kamis, 04 Oktober 2018 / 21:44 WIB
Ekonom BCA: Pelemahan rupiah bisa berpengaruh ke impor barang konsumsi
ILUSTRASI. Aktivitas pelabuhan Tanjung Priok


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyatakan pelemahan rupiah bisa mempengaruhi bisnis impor terutama barang konsumsi. Pengaruh pelemahan rupiah ke impor barang konsumsi ini diperkirakan terjadi dalam jangka pendek yaitu antara satu bulan sampai tiga bulan.

Beberapa bisnis konsumsi impor yang diproyeksi akan terkena pelemahan rupiah diantaranya adalah barang elektronik, handphone, peralatan rumah tangga dan properti.

David Sumual, Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengatakan efek pelemahan rupiah ke bisnis impor barang konsumsi ebih cepat dibandingkan dengan efek ke bisnis impor bahan baku.

“Efek pelemahan rupiah ke bisnis bahan baku impor biasanya memakan watu tiga bulan sampai enam bulan,” kata David kepada kontan.co.id, Kamis (4/10).

Efek pelemahan rupiah ini berpotensi menurunkan bisnis impor barang konsumsi dalam jangka pendek. Namun memang penurunan bisnis ini tidak terlalu signifikan karena pelemahan rupiah juga diproyeksi masih bisa dikendalikan industri.

Selain itu, porsi impor barang konsumsi dibandingkan total impor juga masih kecil yaitu 8%. Hal ini karena mayoritas porsi impor masih disumbang oleh bahan baku yaitu 70%-75%.

Seiring turunnya bisnis ini diproyeksi kredit yang disalurkan perbankan ke bisnis impor akan melandai. Selain itu risiko kredit atau NPL juga diproyeksi akan sedikit naik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×