kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Eggi: KPK melempem jika berhadapan dengan istana


Senin, 13 Januari 2014 / 21:26 WIB
ILUSTRASI. The Whatsapp logo and binary cyber codes are seen in this illustration taken November 26, 2019. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Praktisi Hukum Eggi Sudjana mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (13/1/2014). Dia datang untuk bertemu Pimpinan KPK mempertanyakan alasan penyidik belum juga memanggil pihak-pihak yang diduga turut kecipratan uang haram Hambalang dan Bank Century.

Loyalis mantan Bupati Garut Aceng Fikri itu juga mempertanyakan ketegasan KPK dalam mengusut kasus dugaan gratifikasi Hambalang.

"Saya melihat KPK kalau berhadapan dengan Istana kok lembek gitu loh dan melempem gitu. Apalagi kemarin drama Anas. Lembeknya itu gak berani meriksa, contohnya Boediono ngumpet. SBY-nya dan Ibas juga. Padahal sudah disinggung baik di pengadilan maupun statement Yulianis sudah sangat jelas," kata Eggi di kantor KPK, Jakarta.

Karena itu, tegas mantan calon Gubernur Jawa Timur itui dirinya datang ke KPK untuk mengingatkan.

"Tapi kenapa sih, KPK gak bertindak juga, itu contoh yang mendasar. Makanya saya datang ke KPK itu mengingatkan," kata Eggi. (Edwin Firdaus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×