kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.120   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.067   29,58   0,49%
  • KOMPAS100 792   4,26   0,54%
  • LQ45 601   -0,98   -0,16%
  • ISSI 210   3,11   1,50%
  • IDX30 340   -0,60   -0,17%
  • IDXHIDIV20 422   -0,84   -0,20%
  • IDX80 90   0,41   0,45%
  • IDXV30 115   0,71   0,62%
  • IDXQ30 109   -0,23   -0,21%

Eggi: KPK melempem jika berhadapan dengan istana


Senin, 13 Januari 2014 / 21:26 WIB
ILUSTRASI. The Whatsapp logo and binary cyber codes are seen in this illustration taken November 26, 2019. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Praktisi Hukum Eggi Sudjana mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (13/1/2014). Dia datang untuk bertemu Pimpinan KPK mempertanyakan alasan penyidik belum juga memanggil pihak-pihak yang diduga turut kecipratan uang haram Hambalang dan Bank Century.

Loyalis mantan Bupati Garut Aceng Fikri itu juga mempertanyakan ketegasan KPK dalam mengusut kasus dugaan gratifikasi Hambalang.

"Saya melihat KPK kalau berhadapan dengan Istana kok lembek gitu loh dan melempem gitu. Apalagi kemarin drama Anas. Lembeknya itu gak berani meriksa, contohnya Boediono ngumpet. SBY-nya dan Ibas juga. Padahal sudah disinggung baik di pengadilan maupun statement Yulianis sudah sangat jelas," kata Eggi di kantor KPK, Jakarta.

Karena itu, tegas mantan calon Gubernur Jawa Timur itui dirinya datang ke KPK untuk mengingatkan.

"Tapi kenapa sih, KPK gak bertindak juga, itu contoh yang mendasar. Makanya saya datang ke KPK itu mengingatkan," kata Eggi. (Edwin Firdaus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×