CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

Efek Inflasi, BI-Rate Diramal Akan Dinaikkan Menjadi 6,00% Pada Juli 2026


Senin, 20 Juli 2026 / 09:48 WIB
Efek Inflasi, BI-Rate Diramal Akan Dinaikkan Menjadi 6,00% Pada Juli 2026
ILUSTRASI. Suasana kota Jakarta dengan gedung-gedung tingginya (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026. Saat ini, BI-Rate masih berada di level 5,75%.

Kepala Ekonom BCA David Sumual menilai, ruang kenaikan suku bunga semakin terbuka seiring meningkatnya ekspektasi inflasi dalam beberapa bulan ke depan. Adapun  BI-Rate diramal meningkat 25 basis poin (bps) menjadi 6,00%.

Baca Juga: BPK: BI Masih Menanggung Beban Bunga Utang Pemerintah, Nilainya Hampir Rp 40 Triliun

"Proyeksi naik seiring dengan meningkatnya ekspektasi inflasi ke depan terutama karena naiknya inflasi pangan terkait El Nino. Fed rate juga diekspektasikan naik setidaknya 25 bps pada semester II 2026," ujar David kepada Kontan, Senin (20/7).

Sebagaimana diketahui, Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 meningkat, meski masih berada dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK Juni 2026 mencatatkan inflasi sebesar 0,44% month to month (mtm), sehingga secara tahunan, IHK mengalami inflasi sebesar 3,34% year on year (yoy), lebih tinggi dari Mei 2026 yang sebesar 3,08% yoy.

Selain faktor inflasi dan arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed), David menilai BI-Rate saat ini sudah tertinggal dibandingkan sejumlah indikator suku bunga di pasar keuangan.

Menurutnya, tingkat suku bunga instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) telah berada pada level yang lebih tinggi. Sementara itu, suku bunga antarbank overnight Indonesia (INDONIA) juga konsisten bertahan di atas level 6% dalam dua pekan terakhir.

Dengan kondisi tersebut, kenaikan BI-Rate dinilai diperlukan untuk menyelaraskan arah kebijakan moneter dengan kondisi likuiditas dan perkembangan suku bunga di pasar.

Baca Juga: Aktivitas Dunia Usaha Masih Ekspansi, Namun Momentum Pertumbuhan Diproyeksi Melambat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×