kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.968   76,00   0,42%
  • IDX 6.001   -100,26   -1,64%
  • KOMPAS100 782   -13,72   -1,73%
  • LQ45 590   -8,45   -1,41%
  • ISSI 208   -3,96   -1,87%
  • IDX30 333   -4,69   -1,39%
  • IDXHIDIV20 408   -4,96   -1,20%
  • IDX80 89   -1,62   -1,80%
  • IDXV30 110   -0,97   -0,87%
  • IDXQ30 107   -1,17   -1,08%

DPR setuju pemulangan WNI bermasalah memakai pesawat haji


Rabu, 13 Juli 2011 / 15:14 WIB
ILUSTRASI. Kompleks perumahan di Bogor, Jawa Barat, Senin (28/9). KONTAN/Baihaki/28/9/2020


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Edy Can

JAKARTA. DPR menyetujui rencana pemerintha menggunakan pesawat haji untuk memulangkan warga negara Indonesia yang tinggal melampaui batas waktu (overstayer) di Arab Saudi. Dengan catatatan, DPR setuju asal tidak mengganggu mobilitas ibadah haji dan pembiayaan.

Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding meminta pemerintah mematangkan rencana tersebut terlebih dahulu. "Kita matangkan dulu di lintas kementerian," katanya seusai rapat, Rabu (13/7).

Sebelumnya, pemerintah mengusulkan penggunaan pesawat haji untuk memulangkan warga negara Indonesia yang bermasalah tersebut. Ini lantaran pesawat yang dipakai untuk mengantarkan jemaah haji ke Tanah Suci pulang dengan kondisi kosong.

Namun, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menyatakan, penggunaan pesawat haji itu perlu pengaturan waktu yang tepat. Sebab, dia mengatakan, pemerintah Arab Saudi hanya menyediakan waktu satu jam, untuk menurunkan penumpang di Arab Saudi. Jika lebih, maskapai tersebut akan terkena denda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×