kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

DPR setuju BLSM, asal jangan terlalu lama


Senin, 13 Mei 2013 / 13:35 WIB
ILUSTRASI. Kurumi Home Multifunction Rice Cooker yang memiliki fungsi low carbo.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Usai rapat konsultasi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengatakan setuju jika program bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) disalurkan kepada masyarakat, asal waktunya tidak terlalu lama. Sebab, hal itu berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan pihak tertentu menjelang pemilihan umum 2014 mendatang.

Wakil Ketua Priyo Budi Santoso mengatakan, dalam rapat konsultasi itu, pemerintah mengusulkan adanya BLSM yang akan diberikan kepada rakyat miskin pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Namun, pimpinan DPR setuju adanya BLSM itu asal waktunya bisa sampai satu tahun.

"Yang jelas tadi ide pemerintah beberapa bulan. Kami tidak pernah berpikir untuk memberikan selama satu tahun, itu terlalu lama. Boleh  tapi cukup sekitar 3 bulan sampai 5 bulan saja,"ujar Priyo di usai rapat konsultasi denga presiden, Senin (13/5).

Dengan memperpendek waktu pembagian bantuan  langsung tunai ini, maka diharapkan tidak ada unsur kepentingan politis di dalamnya terkait dengan pemilu tahun depan. "Itu bisa murni untuk membantu rakyat miskin," ujarnya.

Dalam draf Rancangan Angaran Pendapatan dan Belanja Negara Pembaharuan (RAPBN-P) yang rencanakan akan diajukan Selasa (14/5) ke DPR, pemerintah  menganggarkan dana BLSM sebesar Rp 13 triliun. Dana tersebut akan dibagikan kepada 15,5 juta rumah tangga sasaran (RTS)  atau jumlahnya sekitar 62 juta hingga 65 jiwa jiwa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×