kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

DPR: Polisi harus tuntaskan penembakan di Papua


Rabu, 30 Mei 2012 / 11:07 WIB
ILUSTRASI. Penjualan produk elektronik dan furnitur di gerai UFO Elektronika milik PT Damai Sejahtera Abadi Tbk.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can

JAKARTA. Komisi I DPR mendesak pemerintah segera mengusut penembakan warga negara Spanyol di Papua. Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq mengkhawatirkan penembakan itu akan memicu persoalan politik antara negara.

Menurutnya, posisi Indonesia akan semakin lemah bila kasus tersebut tidak segera dituntaskan. "Kepolisian harus mampu menuntaskan ini," katanya, Rabu (30/5).

Komisi I DPR juga akan memeriksa jabatan pimpinan Kepolisian di Papua. Sebab, Mahfud mendengar ada kekosongan jabatan di Papua.

Dietmar Pieper ditembak seorang ketika berada di pantai Base G, Kodya Jayapura, Papua. Penembakan terjadi ketika korban bersama istrinya, Eva Medina sedang berjalan-jalan di pantai,

Tiba-tiba seseorang yang turun dari mobil mendatangi korban dan langsung menembak. Korban menderita luka tembak di bagian kaki dan dada dan sedang ditangani tim dokter RSUD Dok II Jayapura.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×