kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Dorong kesepakatan dengan DPR, Sri Mulyani jelaskan pentingnya cukai plastik


Rabu, 19 Februari 2020 / 13:07 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat terbatas (ratas) tentang peningkatan peringkat pariwisata Indonesia di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020). Menkeu sebut konsumsi plastik mesti dikendalikan dengan instrumen cukai layaknya baran


Reporter: Grace Olivia | Editor: Tendi Mahadi

Oleh karena itu, Sri Mulyani mengatakan skema pengenaan cukai dinilai paling tepat karena memiliki kepastian hukum. Pungutan yang dilakukan pun menjadi seragam serta dapat dipertanggungjawabkan oleh pemerintah dari sisi penerimaan negara. 

“Karena akan ada mekanisme kontrol dan penegakan hukum dengan kemampuan Ditjen Bea Cukai untuk melakukan enforcement cukai seperti yang sudah berjalan selama ini,” sambung Menkeu. 

Baca Juga: Virus corona ganggu perdagangan Indonesia-China, Bea Cukai relaksasi aturan

Skema pengenaan cukai juga diharapkan pemerintah cukup adil bagi pelaku usaha dan industri kantong plastik sebab mereka memiliki opsi untuk secara bertahap memproduksi barang yang lebih ramah lingkungan. Semakin ramah lingkungan produknya, maka semakin kecil juga tarif cukainya bahkan bisa dibebaskan. 

“Jadi ada pilihan untuk produsen bertransformasi,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×