kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Dorong kesepakatan dengan DPR, Sri Mulyani jelaskan pentingnya cukai plastik


Rabu, 19 Februari 2020 / 13:07 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat terbatas (ratas) tentang peningkatan peringkat pariwisata Indonesia di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020). Menkeu sebut konsumsi plastik mesti dikendalikan dengan instrumen cukai layaknya baran


Reporter: Grace Olivia | Editor: Tendi Mahadi

Oleh karena itu, Sri Mulyani mengatakan skema pengenaan cukai dinilai paling tepat karena memiliki kepastian hukum. Pungutan yang dilakukan pun menjadi seragam serta dapat dipertanggungjawabkan oleh pemerintah dari sisi penerimaan negara. 

“Karena akan ada mekanisme kontrol dan penegakan hukum dengan kemampuan Ditjen Bea Cukai untuk melakukan enforcement cukai seperti yang sudah berjalan selama ini,” sambung Menkeu. 

Baca Juga: Virus corona ganggu perdagangan Indonesia-China, Bea Cukai relaksasi aturan

Skema pengenaan cukai juga diharapkan pemerintah cukup adil bagi pelaku usaha dan industri kantong plastik sebab mereka memiliki opsi untuk secara bertahap memproduksi barang yang lebih ramah lingkungan. Semakin ramah lingkungan produknya, maka semakin kecil juga tarif cukainya bahkan bisa dibebaskan. 

“Jadi ada pilihan untuk produsen bertransformasi,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×