kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.373   29,00   0,17%
  • IDX 6.987   -114,08   -1,61%
  • KOMPAS100 942   -15,84   -1,65%
  • LQ45 674   -10,43   -1,52%
  • ISSI 251   -3,96   -1,55%
  • IDX30 376   -3,92   -1,03%
  • IDXHIDIV20 461   -4,56   -0,98%
  • IDX80 106   -1,82   -1,70%
  • IDXV30 135   -1,33   -0,98%
  • IDXQ30 120   -1,55   -1,28%

Dorong kesepakatan dengan DPR, Sri Mulyani jelaskan pentingnya cukai plastik


Rabu, 19 Februari 2020 / 13:07 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat terbatas (ratas) tentang peningkatan peringkat pariwisata Indonesia di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (17/2/2020). Menkeu sebut konsumsi plastik mesti dikendalikan dengan instrumen cukai layaknya baran


Reporter: Grace Olivia | Editor: Tendi Mahadi

Oleh karena itu, Sri Mulyani mengatakan skema pengenaan cukai dinilai paling tepat karena memiliki kepastian hukum. Pungutan yang dilakukan pun menjadi seragam serta dapat dipertanggungjawabkan oleh pemerintah dari sisi penerimaan negara. 

“Karena akan ada mekanisme kontrol dan penegakan hukum dengan kemampuan Ditjen Bea Cukai untuk melakukan enforcement cukai seperti yang sudah berjalan selama ini,” sambung Menkeu. 

Baca Juga: Virus corona ganggu perdagangan Indonesia-China, Bea Cukai relaksasi aturan

Skema pengenaan cukai juga diharapkan pemerintah cukup adil bagi pelaku usaha dan industri kantong plastik sebab mereka memiliki opsi untuk secara bertahap memproduksi barang yang lebih ramah lingkungan. Semakin ramah lingkungan produknya, maka semakin kecil juga tarif cukainya bahkan bisa dibebaskan. 

“Jadi ada pilihan untuk produsen bertransformasi,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×