kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Dokter muda tolak uji kompetensi


Senin, 23 Agustus 2010 / 13:03 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Para dokter muda mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mereka meminta DPR menghapuskan Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) sebab dianggap menghambat karier calon dokter.

Sejatinya, para dokter muda yang tergabung dalam Forum Dokter Muda Indonesia (FMDI) ini mengaku tidak keberatan dengan ujian tersebut. Sebab, para dokter dari berbagai kampus kedokteran di Jakarta ini mengakui memang profesi dokter membutuhkan standarisasi.

Namun, FMDI ini menilai seharusnya standarisasi harus dilakukan sejak awal yakni ketika seseorang memasuki fakultas kedokteran. Menurut mereka, standar tersebut harus dimasukkan ke dalam kurikulum kuliah serta akreditasi fakultas kedokteran.

Apalagi, FMDI menilai UKDI sekarang malah menjadi lahan bisnis baru. Sebab, untuk mengikuti ujian tersebut, seorang harus membayar biaya sebesar Rp 200.000 hingga Rp 300.000. "Bahkan, belakangan banyak bermunculan lembaga bimbingan UKDI," terang Hendra Sihite, Ketua FMDI, Senin (23/8).

Disisi lain, Hendra mengatakan kebutuhan dokter di Indonesia masih besar. Sebab, perbandingan dokter dengan masyarakat, 1:300.000 jiwa. Selain itu, dia mengatakan hanya 40% puskesmas yang dikepalai oleh dokter.

Sayangnya, Komisi IX DPR tak bisa mengabulkan permohonan itu. Alasannya, uji kompetensi itu merupakan amanat undang-undang. "Lebih baik, ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengajukan judicial review atas undang-undang tersebut," kata Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×