kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Djoko: Jangan ada yang mengancam konser Lady Gaga


Kamis, 24 Mei 2012 / 16:47 WIB
ILUSTRASI. Produk Top Glove dipajang di kantor pusatnya di Shah Alam, Malaysia, 11 Agustus 2020. REUTERS/Lim Huey Teng.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto berharap tidak ada yang mengancam untuk membubarkan konser Lady Gaga. Menurutnya, hal itu tidak bisa dilakukan dalam negara demokrasi.

"Jadi tidak boleh ancam mengancam di negara yang demokratis. Kalau nggak suka ya nggak usah nonton. Kalau suka, ya silakan," katanya, Kamis (24/5).

Djoko berharap Lady Gaga juga bisa memahami kondisi dan kultur yang ada di Indonesia. Menurutnya, kondisi dan kultur itu berbeda dengan masyarakat barat.

Asal tahu saja, sejumlah organisasi massa Islam menolak konser Lady Gaga. Mereka mengancam akan membubarkan konser artis asal Amerika Serikat itu.

Hingga saat ini, polisi masih belum memproses izin bagi konser itu. Djoko berharap polisi segera menentukan keputusan mengenai konser itu.

Kepala Polisi Jenderal Polisi Timur Pradopo mengaku sedang memproses izin tersebut. "Kami lihat dulu," katanya.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah menerbitkan izin awal bagi rombongan penyanyi eksentrik ini. Bila semua persyaratan dan perizinan sudah dipenuh, dalam waktu singkat izin memperkerjakan tenaga kerja asing dapat segera diproses.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga telah memberikan rekomendasi agar konser tetap digelar. Nah, jika izin dari Kemenakertrans dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah terbit baru Polri mengeluarkan izin keramaian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×