kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Ditjen Pajak Kejar Target Penerimaan Pajak Rp 1.989 Triliun di 2024, Ini Tantangannya


Jumat, 26 Januari 2024 / 05:10 WIB
Ditjen Pajak Kejar Target Penerimaan Pajak Rp 1.989 Triliun di 2024, Ini Tantangannya
ILUSTRASI. Layanan Pojok Pajak di Mall Central Park, Jakarta Barat. Ditjen Pajak Kejar Target Penerimaan Pajak Rp 1.989 Triliun di 2024, Ini Tantangannya


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

Ketiga, Bhima melihat, upaya peningkatan pajak yang berasal dari kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) sepertinya menimbulkan efek penolakan dikalangan pelaku usaha dan masyarakat lantaran momentum kenaikan tarif yang tidak tepat.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute (TRI) Prianto Budi Saptono optimistis bahwa target penerimaan pada tahun ini bisa tercapai. Adapun faktor pendorongnya adalah pada konsumsi dalam negeri yang tetap terjaga kondusif.

Dari total penerimaan pajak di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024, pajak dalam negeri ditetapkan sebesar Rp 2.234,96 triliun dan pajak perdagangan internasional senilai Rp 74,90 triliun.

Baca Juga: Ditjen Pajak Berhasil Kantongi Rp 1,11 Triliun dari Pajak Fintech dan Kripto

Sementara, komposisi pajak dalam negeri terdiri dari pajak penghasilan (PPh), PPN & PPnBM, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), cukai dan pajak lainnya.

Kemudian, pada tahun 2023, tiga besar industri yang menyokong penerimaan pajak adalah industri pengolahan, perdagangan dan jasa keuangan dan asuransi. Untuk itu, diharapkan ketiga industri tersebut juga akan mencatatkan prestasi yang sama pada tahun 2024.

"Diharapkan penerimaan pajak 2024 juga disokong oleh ketiga sektor bisnis tersebut," imbuh Prianto. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×