CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Dirut Bulog: Rencana Ekspor 200.000 Ton Beras ke Malaysia Masih Negosiasi Harga


Kamis, 07 Mei 2026 / 12:52 WIB
Dirut Bulog: Rencana Ekspor 200.000 Ton Beras ke Malaysia Masih Negosiasi Harga
ILUSTRASI. Pemerintah berencana ekspor 200.000 ton beras ke Malaysia, potensi nilai Rp 2 triliun.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berencana melakukan ekspor 200.000 ton ke Malaysia dalam waktu dekat. ​

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa hingga kini pihaknya masih melakukan negosiasi kedua dalam penetapan harga. 

"Informasi penjajakan ke Malaysia sekarang lagi tahap negosiasi harga," kata Rizal saat dijumpai di Gudang Bulog, Jakarta Utara, Rabu (6/5/2026). 

Rizal menyebut nilai ekspor beras ini bisa mencapai 2 triliun, dengan asumsi harga deal sebesar Rp 10 ribu. 

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Penghapusan Pajak untuk Merger dan Akuisisi BUMN

Hanya saja, pihaknya menegaskan bahwa hingga kini proses negosiasi masih berjalan. 

"Kalau 200.000 ton kita bisa dapat Rp 10.000, itu berarti potensi ekspornya Rp 2 triliun," ungkap Rizal. 

Dalam kesempatan ini, Rizal turut menyampaikan cadangan beras pemerintah telah mencapai 5,2 juta ton. Pasokan ini dinilai sangat cukup untuk kebutuhan beras nasional hingga akhir tahun mendatang. 

Sementara itu, Bulog mencatat per 6 Mei 2026, serapan beras telah mencapai 2,4 juta ton, hampir mencapai 60% dari total penugasan yang diberikan pemerintah pusat sebesar 4 juta ton di tahun ini.  

Sesuai dengan Instruksi Presiden juga ditegaskan bahwa penyerapan gabah dan beras petani dilakukan dalam kondisi any quality. Dengan catatan, gabah dan beras tersebut sudah memasuki masa panen.  

"Jadi yang dipanen yang dibeli adalah beras yang cukup umurnya, tidak seperti dahulu yang any quality saja," jelas Rizal. 

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Penghapusan Pajak untuk Merger dan Akuisisi BUMN

Rizal memastikan penyerapan akan terus berlangsung seiring dengan masa panen yang terjadi di beberapa daerah. 

Untuk mempercepat pencapaian target 4 juta ton, BULOG akan bekerja sama dengan stakeholder terkait seperti TNI/Polri hingga tenaga penyuluh pertanian di tingkat daerah. 

"Termasuk temen-temen media, bahkan adik-adik mahasiswa kami libatkan sebagai alat kontrol kami untuk terlibat dalam proses penyerapan," tambah Rizal. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×