kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Diperiksa KPK, Ignatius dicecar soal direktur ADHI


Selasa, 28 Mei 2013 / 15:44 WIB
ILUSTRASI. Aplikasi yang ada di ponsel ternyata bisa digunakan untuk melatih fokus belajar atau bekerja sehari-hari.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap Ketua Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ignatius Mulyono. Ia diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pembangunan proyek Pusat Pelatihan Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional Bukit Hambalang, Jawa Barat.

Usai menjalani pemeriksaan sekitar 2 jam di Gedung KPK, Ignatius mengaku dicecar seputar hubungannya dengan tersangka Direktur Operasional PT Adhi Karya, Teuku Bagus Mohamad Noor. "Saya dimintai keterangan tentang Teuku Bagus," ujarnya, Selasa (28/5).

Namun, kata Ignatius, ia mengaku tidak mengenal Teuku Bagus dan tidak memiliki hubungan dengan petinggi Adhi Karya tersebut. Karena mengaku tidak memiliki hubungan sama sekali, Ignatius bilang, penyidik lembaga anti korupsi itu pun memintanya menandatangani berita acara yang menegaskan bahwa ia tidak tahu apalagi mengenal Teuku Bagus.

Pada kesempatan itu juga, Ignatius mengatakan penyidik KPK tidak menanyakan sedikit pun tentang mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam pemeriksaan hari ini. 

Bukan kali ini saja Ignatius menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi pembangunan proyek  pembangunan pusat olahraga di bukit Hambalang. Sebelumnya, ia juga sudah pernah diperiksa sebagai saksi untuk tiga tersangka kasus ini. Ignatius pernah diperiksa sebagai saksi untuk Deddy Kusnidar, Andi A Mallarangeng dan Teuku Bagus. KPK menduga Ignatius megetahui seputar aliran dana dalam dugaan korupsi pada proyek Hambalang tersebut karena ia ikut dalam pengurusan tanah di Hambalang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×