kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.882   35,00   0,20%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Dikritik mahal, Menko Luhut: LRT selanjutnya dibangun tidak melayang


Senin, 14 Januari 2019 / 14:45 WIB


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengakui biaya yang digelontorkan untuk pembangunan proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) terhitung mahal lantaran dibangun melayang (elevated). Untuk menekan biaya, di proyek LRT selanjutnya yakni Cibubur-Bogor tidak dibangun melayang.

Pernyataan Luhut ini menanggapi soal kritikan Wakil Presiden Jusuf Kalla soal biaya proyek kereta ringan tersebut yang bernilai Rp 500 miliar per kilometer (km). "Memang itu betul harganya kemahalan. Tapi memang elevated dan non elevated beda harganya tinggi, karena itu di atas sehingga biayanya lebih tinggi," kata Luhut di kantornya, Senin (14/1)

Menurut Luhut, pembangunan proyek LRT selanjutnya dari Cibubur menuju Bogor akan dibangun tidak melayang. Sehingga secara biayanya pun tidak sampai angka Rp 500 miliar per km.

Namun Luhut belum bisa membeberkan secara rinci perbedaan harga LRT elevated dan non elevated. Hal ini dikarenakan masih dalam dalam proses studi. "Saya belum tahu persis, karena kan masih studi, saya pikir jauh lebih murah," terang dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×