kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Diduga terima suap, Mahkamah Agung berhentikan sementara hakim PN Semarang


Jumat, 07 Desember 2018 / 15:50 WIB
ILUSTRASI. Gedung Mahkamah Agung Jakarta


Reporter: Muhammad Afandi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mahkamah Agung (MA) memberhentikan sementara hakim Pengadilan Negeri Semarang, Lasito usai ditetapkan jadi tersangka kasus suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Hukum MA, Abdullah dalam konferensi pers di Media Center, Mahkamah Agung, Jumat (7/12).

“Hasil keputusan rapat pimpinan 6 Desember 2018, terkait dengan hakim PN Lasito, dugaan melakukan perbuatan tercela antara lain melakukan tindak pidana korupsi dan dijadikan tersangka oleh KPK maka terhadap hakim LST (Lasito) diberhentikan sementara sebagai hakim,” ujar Abdullah.

Dalam perkara ini, KPK Lasito menduga Lasito menerima uang suap senilai Rp 700 juta dari Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. Modusnya, suap ini diberikan untuk mempengaruhi putusan praperadilan terkait kasus dugaan Korupsi dengan tersangka Bupati Jepara pada tahun 2017.

“Indikasi tindak pidana korupsi penyuapan terhadap seorang hakim terkait putusan gugatan praperadilan di PN Semarang,” kata Wakil KPK, Basaria Panjaitan dalam konferensi pers, Kamis(6/12).

Marzuki sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dalam kasus korupsi dana bantuan keuangan untuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jepara tahun 2011-2012. Marzuqi kemudian mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang dengan register dalam perkara Nomor: 13/Pid.Pra/2017/PN.Smg.

Hasilnya, Lasito yang merupakan hakim tunggal mengabulkan praperadilan yang diajukan Marzuqi. Serta menyatakan penetapan tersangka terhadap bupati itu tidak sah dan batal demi hukum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×