kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Dibanding bangun JSS, lebih baik pindahkan Ibukota


Minggu, 08 Desember 2013 / 16:04 WIB
ILUSTRASI. Promo JSM Alfamart Periode 22-24 Juli 2022


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Andrinof Chaniago, Tim Visi Indonesia 2033 mengkhawatirkan proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda(JSS) akan meningkatkan ketimpangan sosial dan ekonomi di tataran masyarakat Indonesia.

"Untuk jangka panjang Jembatan Selat Sunda itu penting," tegas Andrinof dalam diskusi publik "Pilihan Indonesia Masa Depan: Menjembatani Lautan atau Memindahkan Ibukota ke Kalimantan", di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Minggu (8/12).

Menurut Andrinof, untuk pemerataan pembangunan, Tim Visi Indonesia 2033 melihat alternatif untuk membuat Indonesia ini makin kuat adalah memeratakan pembangunan ke luar Jawa. Salah satu program strategis yang potensial adalah memindahkan ibukota negara ke Kalimantan.

"Ke kalimantan, bukan sekedar memindahkan ke luar Jakarta menggesernya ke pinggir," tuturnya.

Alasannya, dengan pindah ke Kalimantan, akan muncul pusat-pusat pertumbuhan baru. "Dengan majunya Kalimantan, maka itu menjadi anak tangga untuk memajukan daerah Timur, yang juga tertinggal," ucapnya.

Karena itu, imbuhnya, penting memikirkan bagaimana dengan serius soal pemindahan ibukota negara ke Kalimantan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×