kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.768.000   18.000   0,65%
  • USD/IDR 17.755   11,00   0,06%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

Dibanding bangun JSS, lebih baik pindahkan Ibukota


Minggu, 08 Desember 2013 / 16:04 WIB
ILUSTRASI. Promo JSM Alfamart Periode 22-24 Juli 2022


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Andrinof Chaniago, Tim Visi Indonesia 2033 mengkhawatirkan proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda(JSS) akan meningkatkan ketimpangan sosial dan ekonomi di tataran masyarakat Indonesia.

"Untuk jangka panjang Jembatan Selat Sunda itu penting," tegas Andrinof dalam diskusi publik "Pilihan Indonesia Masa Depan: Menjembatani Lautan atau Memindahkan Ibukota ke Kalimantan", di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Minggu (8/12).

Menurut Andrinof, untuk pemerataan pembangunan, Tim Visi Indonesia 2033 melihat alternatif untuk membuat Indonesia ini makin kuat adalah memeratakan pembangunan ke luar Jawa. Salah satu program strategis yang potensial adalah memindahkan ibukota negara ke Kalimantan.

"Ke kalimantan, bukan sekedar memindahkan ke luar Jakarta menggesernya ke pinggir," tuturnya.

Alasannya, dengan pindah ke Kalimantan, akan muncul pusat-pusat pertumbuhan baru. "Dengan majunya Kalimantan, maka itu menjadi anak tangga untuk memajukan daerah Timur, yang juga tertinggal," ucapnya.

Karena itu, imbuhnya, penting memikirkan bagaimana dengan serius soal pemindahan ibukota negara ke Kalimantan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×