kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

DEN Ungkap Tiga Momok yang Menghantui Pengusaha di 2026


Selasa, 03 Februari 2026 / 13:32 WIB
DEN Ungkap Tiga Momok yang Menghantui Pengusaha di 2026
ILUSTRASI. Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu (SETNEG/BPMI Setpres)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu memaparkan hasil survei mengenai kondisi psikologis dan strategis sektor swasta di tengah guncangan ekonomi global. 

Dalam forum Indonesia Economic Summit (IES) 2026, Mari mengungkapkan adanya tiga kecemasan utama yang kini membayangi para pelaku usaha di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia.

Mari menjelaskan, hal tersebut merujuk pada ASEAN Geoeconomics Report yang memotret bagaimana sektor swasta memandang risiko geopolitik yang kian tajam di awal tahun 2026.

Ia menyebut, fragmentasi ekonomi menjadi momok nomor satu bagi dunia usaha.

"Dan mereka mengatakan apa yang paling mereka khawatirkan adalah fragmentasi ekonomi, karena rantai pasok terganggu oleh geopolitik," ujar Mari dalam forum tersebut, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga: Menko Airlangga: Investasi Jumbo dari Investor Global Masuk ke Indonesia pada 2026

Momok kedua yang menjadi sorotan serius adalah potensi banjir produk impor dari Tiongkok.

"Ada ketakutan akan peningkatan impor dari Tiongkok, dan saat mereka mencari pasar baru karena tidak bisa mengekspor ke Amerika Serikat (AS)," kata Mari.

Ketakutan ketiga adalah munculnya blok-blok perdagangan regional yang kian eksklusif. 

Menghadapi tantangan tersebut, Mari menekankan pentingnya posisi ASEAN yang solid. 

Ia memuji langkah kawasan yang merespons ketidakpastian ini dengan memperkuat integrasi ekonomi internal dan mengoptimalkan perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Mari memberikan peringatan bahwa ketidakpastian global saat ini bersifat permanen dan bahkan berpotensi memburuk. Ia menyerukan agar pemerintah dan pelaku usaha tidak lagi menggunakan pendekatan lama dalam mengambil kebijakan.

"Caranya merespons risiko tinggi adalah dengan diversifikasi," kata Mari.

Baca Juga: DEN Sebut Ketikdakpastian Global Kembali Melonjak di Awal 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×