kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Deflasi kembali berpeluang terjadi April


Kamis, 27 April 2017 / 19:22 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa inflasi masih akan tetap terjaga pada bulan April mendatang. Bahkan, dia memperkirakan kembali terjadi deflasi.

"Kami berharap inflasi April masih rendah, bahkan deflasi sedikit. Itu kan biasanya deflasi begitu ya, dua bulan. Itu karena musim sedang baik, dan karena kebijakan,” ujarnya di Kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (27/4).

Perlu diingat, BPS mencatat bahwa pada Maret 2017 lalu terjadi deflasi 0,02%. Capaian deflasi ini terlihat bahwa upaya pemerintah untuk mengendalikan harga berhasil. Terlebih, Maret bertepatan dengan masa panen raya yang membuat harga beras menurun.

Untuk mendorong deflasi April ini, ketersedian bahan pokok pangan sampai saat ini dinilai masih aman. Namun, kemungkinan ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan.

Darmin menyebut, saat ini bawang putih sedang mengalami kenaikan harga meskipun tidak terlalu tinggi. Oleh karena itu, pemerintah saat ini, sedang mengupayakan agar harga bawang putih kembali normal.

“Tapi kita sedang mencari jalan supaya bawang putih bisa kembali agak normal. Gula membaik sedikit harganya. Daging ya sebetulnya tidak naik juga. Pangan masih oke,” ucapnya.

Namun terkait prediksi angka, Darmin mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk memprediksi angka di pertengahan bulan April ini.

"Ini baru pertengahan, tanya itu akhir bulan dong," ujar Darmin.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×