kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 16.995   46,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Deflasi April diperkirakan 0,1% hingga 0,2%


Selasa, 19 April 2011 / 15:58 WIB
Deflasi April diperkirakan 0,1% hingga 0,2%


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

BOGOR. Gelombang deflasi masih bergulir pada April ini. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menilai deflasi akan terjadi
namun tidak setinggi bulan Maret lalu.

Menurutnya, deflasi akan terjadi pada kisaran 0,1% hingga 0,2% bulan ini. Faktor pendorongnya adalah menurunnya harga-harga kebutuhan
pokok.

Rusman bilang, harga bahan-bahan kebutuhan pokok yang mengalami penurunan antara lain cabai merah, cabai rawit, ikan, bawang merah,
gula, dan daging sapi. Adapun harga beras masih tertahan hingga pekan ini. "Naik sih tidak, cuma agaknya tidak turun lagi," kata Rusman di
sela-sela pertemuan pemerintah dan dunia usaha di Istana Bogor, Selasa (19/4).

Selain itu, keputusan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi juga mendorong terjadinya deflasi.
"Tidak adanya administered price berupa kenaikan hrga BBM bersubsidi cukup menolong kita," kata Rusman.

Sebagai informasi, BPS mencatat deflasi pada bulan Maret mencapai 0,32%. Sumbangan deflasi berasal dari cabai merah 0,23%, beras sebesar
0,21%, bawang merah 0,03%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×