kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Deflasi April diperkirakan 0,1% hingga 0,2%


Selasa, 19 April 2011 / 15:58 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

BOGOR. Gelombang deflasi masih bergulir pada April ini. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menilai deflasi akan terjadi
namun tidak setinggi bulan Maret lalu.

Menurutnya, deflasi akan terjadi pada kisaran 0,1% hingga 0,2% bulan ini. Faktor pendorongnya adalah menurunnya harga-harga kebutuhan
pokok.

Rusman bilang, harga bahan-bahan kebutuhan pokok yang mengalami penurunan antara lain cabai merah, cabai rawit, ikan, bawang merah,
gula, dan daging sapi. Adapun harga beras masih tertahan hingga pekan ini. "Naik sih tidak, cuma agaknya tidak turun lagi," kata Rusman di
sela-sela pertemuan pemerintah dan dunia usaha di Istana Bogor, Selasa (19/4).

Selain itu, keputusan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi juga mendorong terjadinya deflasi.
"Tidak adanya administered price berupa kenaikan hrga BBM bersubsidi cukup menolong kita," kata Rusman.

Sebagai informasi, BPS mencatat deflasi pada bulan Maret mencapai 0,32%. Sumbangan deflasi berasal dari cabai merah 0,23%, beras sebesar
0,21%, bawang merah 0,03%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×