kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45898,78   -24,72   -2.68%
  • EMAS1.319.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Defisit transaksi berjalan membesar, ini empat faktor penyebabnya menurut Indef


Jumat, 09 Agustus 2019 / 19:30 WIB
Defisit transaksi berjalan membesar, ini empat faktor penyebabnya menurut Indef


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) naik menjadi US$ 8,4 miliar atau 3% dari produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II 2019. Di kuartal I 2019, CAD tercatat senilai US$ 7 miliar atau 2,6% dari PDB.

Menurut ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, ada beberapa faktor yang menyebabkan defisit transaksi berjalan melebar.

Baca Juga: BI memproyeksikan defisit transaksi berjalan hingga akhir tahun 2,8% dari PDB

Pertama, meningkatnya impor migas sepanjang kuartal II 2019 yang disebabkan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) yang terus meningkat dan tidak diimbangi peningkatan produksi atau lifting minyak.

Kedua, faktor musiman di kuartal II 2019, yaitu beberapa perusahaan membagikan dividen. Dividen ini sebagian ditransfer investor ke luar negeri. Jadi ada arus uang yang keluar dari Indonesia.

Baca Juga: BI optimistis dana asing tetap mengalir ke pasar domestik dalam jangka panjang

Ketiga, kinerja ekspor Indonesia yang masih lemah, khususnya ke negara tujuan utama. Melambatnya permintaan karena dampak perang dagang dan juga naiknya hambatan dagang, menurunkan harga komoditas ekspor.

"Seperti saya lihat, beberapa di antaranya sawit dan karet. Outlook-nya belum pulih," kata Bhima kepada Kontan.co.id pada Jumat (9/8).

Keempat, defisit transaksi berjalan membengkak juga karena pembayaran cicilan pokok dan bunga utang pemerintah, BUMN, dan swasta.

Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis hingga akhir tahun, CAD akan tetap berada dalam kisaran target BI, yaitu 2,5%-3% terhadap PDB. Perry memperkirakan, CAD ada di sekitar 2,8% dari PDB di tahun ini.

Baca Juga: Survei BI: inflasi bulan Agustus ini diperkirakan 3,44% yoy

Sementara Bhima memproyeksikan sepanjang tahun 2019 defisit transaksi berjalan Indonesia akan berada di kisaran 2,9% - 3,1% dari PDB. Sedangkan untuk neraca pembayaran Indonesia, ia memperkirakan defisit US$ 6 - US$ 7,5 miliar di tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×