kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.944.000   4.000   0,21%
  • USD/IDR 16.370   -48,00   -0,29%
  • IDX 7.952   15,91   0,20%
  • KOMPAS100 1.106   -0,20   -0,02%
  • LQ45 812   -1,90   -0,23%
  • ISSI 268   1,83   0,69%
  • IDX30 421   0,16   0,04%
  • IDXHIDIV20 488   0,14   0,03%
  • IDX80 122   -0,19   -0,16%
  • IDXV30 132   0,97   0,74%
  • IDXQ30 136   0,14   0,10%

Defisit Transaksi Berjalan Berpotensi Melebar di Tahun Ini


Jumat, 23 Februari 2024 / 14:39 WIB
Defisit Transaksi Berjalan Berpotensi Melebar di Tahun Ini
ILUSTRASI. Bank Mandiri memperkirakan defisit transaksi berjalan melebar di tahun ini


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Mandiri melihat potensi pelebaran defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) pada tahun 2024. 

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengungkapkan, CAD pada sepanjang tahun ini akan berada di kisaran 1,5% produk domestik bruto (PDB), atau melebar dari defisit 0,11% PDB pada tahun 2023. 

Andry mengungkapkan, salah satu penyebab pelebaran CAD pada tahun ini adalah potensi kinerja perdagangan yang menurun. 

“Kami memperkirakan kinerja neraca perdagangan dapat semakin menurun, di tengah risiko ekonomi global yang berkepanjangan,” terang Andry kepada Kontan.co.id, Jumat (23/2). 

Meski demikian, Andry tak khawatir terkait kondisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) dan ketahanan eksternal secara keseluruhan. 

Baca Juga: Ekspor Susut, Defisit Neraca Transaksi Berjalan Diramal Melebar pada Tahun 2024

Karena meskipun CAD makin tebal, tetapi masih dalam tingkat yang terkendali. 

Selain itu, prospek arus modal asing yang masuk ke dalam negeri akan meningkat, karena adanya peluang penurunan suku bunga global pada tahun ini. 

“Hal ini akan mendukung kinerja NPI secara keseluruhan, yang juga akan memberikan dukungan terhadap mata uang,” tambah Andry. 

Andry juga memperkirakan, rupiah pada akhir tahun 2024 berada di kisaran Rp 15.418 per dolar AS. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×