kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Timur Tengah Memanas, Nasib Pekerja Migran Indonesia di Tengah Bahaya Perang


Minggu, 01 Maret 2026 / 12:19 WIB
Timur Tengah Memanas, Nasib Pekerja Migran Indonesia di Tengah Bahaya Perang
ILUSTRASI. Timur Tengah bergejolak


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pecahnya perang di kawasan Timur Tengah memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan ratusan ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di sana.

Direktur Eksekutif Migrant CARE Wahyu Susilo mendesak Pemerintah Indonesia segera menyiapkan rencana kontinjensi untuk mengantisipasi krisis kemanusiaan yang lebih dalam.

Wahyu menyatakan keprihatinan yang mendalam atas penggunaan senjata dan eskalasi militer di kawasan tersebut. Menurutnya, perang hanya mencerminkan arogansi kekuasaan yang berdampak langsung pada keselamatan warga sipil, terutama para pekerja migran.

"Sebagai organisasi yang bekerja untuk advokasi pekerja migran, eskalasi perang yang terjadi Timur Tengah bisa berdampak langsung pada ratusan ribu pekerja migran yang berada di kawasan Timur Tengah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).

Baca Juga: Pengawasan Pajak Diperketat! Ditjen Pajak Kini Bisa Minta Data Tambahan ke Instansi

Wahyu menjelaskan, kondisi di wilayah terdampak saat ini penuh ketidakpastian. Para PMI disebut tengah dicekam rasa ketakutan karena berada di lokasi yang dekat dengan kawasan perang, sehingga mereka selalu berada dalam ancaman keamanan.

"Kondisi yang penuh ketidakpastian, dicekam rasa ketakutan dan berada di lokasi yang dekat dengan situs perang membuat mereka merasa tidak aman dan selalu berada dalam ancaman," tegasnya.

Menyikapi situasi tersebut, Wahyu mendesak pemerintah untuk segera memastikan kondisi terkini para pekerja migran. Dia meminta adanya pembukaan kanal informasi dan pengaduan seluas-luasnya di wilayah-wilayah yang terdampak perang.

"Atas situasi tersebut, Migrant CARE mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera memastikan kondisi pekerja migran Indonesia di Timur Tengah dengan membuka kanal informasi dan pengaduan di wilayah-wilayah terdampak perang dan terus-menerus mengupdate situasi dan menyiapkan langkah-langkah dan rencana kontinjensi demi keselamatan pekerja migran Indonesia di Timur Tengah," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×