kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Defisit neraca minyak terus membengkak


Jumat, 14 Februari 2014 / 16:51 WIB
ILUSTRASI. Hasil karya yang diunggah di media sosial bisa menjadi pendapatan pasif diantaranya lewat iklan-iklan yang dimunculkan. Namun, perlu sesuatu yang unik agar bisa dilihat baniak orang.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Minyak menjadi salah satu masalah pelik dalam struktur perekonomian Indonesia. Di satu sisi, minyak menjadi kebutuhan utama masyarakat dan di sisi lain jadi penyebab bobolnya bujet anggaran setiap tahunnya.

Kali ini dalam laporan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) di 2013, terlihat neraca minyak alami defisit sebesar US$ 22,48 miliar. Nilai ini melonjak naik 9,98% dibanding tahun 2012 yang sebesar US$ 20,44 miliar.

Tercatat, impor minyak selama 2013 adalah US$ 40,37 miliar. Sedangkan ekspornya hanya US$ 17,89 miliar. Ahasil defisitnya capai US$ 22,48 miliar.

Menilik lebih dalam memang ada penurunan defisit migas di triwulan IV 2013. Di triwulan terakhir ini defisit migas sebesar US$ 5,35 miliar atau turun 5,47% dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar US$ 5,66 miliar.

"Perlu ada penghematan bahan bakar minyak (BBM)," ujar Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia (BI) Hendy Sulistiowati dalam paparan NPI di Jakarta, Jumat (14/2).

Penghematan BBM ini penting dilakukan agar impor minyak bisa berkurang. Otomatis defisit minyak pun bisa mengecil.

Inilah yang kemudian menjadi salah satu penyebab neraca transaksi berjalan Indonesia terus mengalami defisit. Di 2013 tercatat defisitnya mencapai US$ 28,45 miliar atau 3,26% dari PDB.

Defisit 2013 ini lebih baik dari perkiraan BI sebelumnya yang memperkirakan defisit mencapai US$ 32 milar atau 3,5% dari PDB. Perbaikan defisit ini terjadi karena sumbangan surplus non migas yang mencapai US$ 15,85 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×