kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Semester II, Pemerintah Siapkan Stimulus Rp 26,34 T


Kamis, 06 Agustus 2026 / 22:30 WIB
Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Semester II, Pemerintah Siapkan Stimulus Rp 26,34 T
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (KONTAN/Nurtiandriyani S)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun pada semester II-2026 untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Langkah tersebut ditempuh setelah ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan 5,29% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal II-2026. D

Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi sepanjang semester I-2026 mencapai 5,45% secara kumulatif (cumulative to cumulative/ctc), menjadi kinerja semester pertama tertinggi dalam lima tahun terakhir. Perekonomian Indonesia juga telah tumbuh di atas 5% selama lima kuartal berturut-turut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan menjaga laju pertumbuhan ekonomi melalui berbagai stimulus yang menyasar konsumsi masyarakat, sektor transportasi, hingga penciptaan lapangan kerja.

"Untuk menjaga momentum pertumbuhan dan daya beli masyarakat, Pemerintah telah menyiapkan Paket Stimulus Ekonomi Semester II senilai Rp26,34 triliun," ujar Airlangga dalam keterangannya, Kamis (5/8/2026).

Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, Pemerintah Klaim Pasar Kerja dan Kesejahteraan Membaik

Airlangga menjelaskan, paket stimulus tersebut meliputi bantuan pangan bagi 33,24 juta penerima manfaat, insentif transportasi selama periode libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru berupa diskon tarif kereta api dan angkutan laut sebesar 30%, pembebasan tarif jasa kepelabuhanan, serta pemberian PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk tiket pesawat kelas ekonomi.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program magang dan pelatihan vokasi bagi angkatan kerja muda guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Di sisi lain, pemerintah juga mengandalkan sektor pariwisata sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini. Untuk mendorong kunjungan wisatawan, pemerintah melanjutkan program #DiscoverMoreIndonesia.

Melalui program tersebut, Garuda Indonesia memberikan satu tiket penerbangan domestik gratis ke 33 destinasi bagi wisatawan asing yang memiliki tiket pulang-pergi (round trip), dengan target menjangkau 178.000 wisatawan. Program ini juga diharapkan mendukung penyelenggaraan berbagai ajang internasional, seperti MotoGP Mandalika, Borobudur Marathon, hingga konser musik internasional.

Di sektor energi, pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026 meski harga minyak dunia meningkat. Rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) sepanjang semester I-2026 mencapai US$ 90,46 per barel, jauh di atas asumsi yang digunakan dalam APBN.

"Prinsip Pemerintah jelas, daya beli masyarakat tidak boleh tergerus. Karena itu harga BBM kita jaga, harga pangan kita stabilkan, dan stimulus kita salurkan tepat sasaran," kata Airlangga.

Dari sisi pembiayaan, kredit perbankan pada Juni 2026 tumbuh 12,67%, didorong terutama oleh kredit investasi yang melonjak 24,90%. Pemerintah juga menyiapkan plafon Kredit Program sebesar Rp 362,19 triliun, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp 290,59 triliun.

Baca Juga: Pemerintah Ungkap Sentimen yang Menopang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026

Hingga Juli 2026, realisasi penyaluran Kredit Program telah mencapai Rp198,9 triliun, sedangkan penyaluran KUR mencapai Rp 176,87 triliun atau sekitar 60,87% dari target tahun ini.

Selain itu, pemerintah menyiapkan skema baru melalui Transformasi Kredit Mekaar bagi perempuan prasejahtera dengan alokasi Rp 29,14 triliun, plafon pinjaman hingga Rp15 juta, bunga 8% per tahun, serta tenor 6–24 bulan.

Menurut Airlangga, di tengah tekanan ekonomi global yang masih dipengaruhi konflik geopolitik dan perlambatan pertumbuhan dunia, fondasi ekonomi Indonesia tetap terjaga.

"Di tengah tekanan global yang tidak ringan, ekonomi Indonesia tetap tumbuh kuat dan konsisten di atas 5%. Ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi domestik kita solid dan kebijakan yang ditempuh Pemerintah berjalan efektif," ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah indikator awal juga menunjukkan prospek ekonomi yang positif memasuki semester II-2026. Inflasi Juli 2026 terkendali di 2,88%, Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur kembali berada di zona ekspansi pada level 50,2, sementara Indeks Keyakinan Konsumen tetap berada pada level optimistis sebesar 117,8.

Pemerintah juga terus memperkuat reformasi struktural dan diplomasi ekonomi melalui proses aksesi OECD serta penyelesaian berbagai perjanjian dagang baru, seperti Indonesia–Canada CEPA, Indonesia–Peru CEPA, Indonesia–EAEU FTA, dan ASEAN Trade in Goods Agreement.

"Dengan capaian Semester I yang solid, Pemerintah optimis momentum pertumbuhan dapat terus dijaga hingga akhir tahun 2026 dan menjadi landasan menuju pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2027 dan seterusnya," pungkas Airlangga.

Baca Juga: Ekonomi RI Kehilangan Bantalan dari Eksternal, Pelemahan Ekspor Gerus Pertumbuhan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×