kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

BRIN Kembangkan Kapal Nelayan Listrik, Diklaim Pangkas Biaya Operasional hingga 70%


Kamis, 06 Agustus 2026 / 20:38 WIB
BRIN Kembangkan Kapal Nelayan Listrik, Diklaim Pangkas Biaya Operasional hingga 70%
ILUSTRASI. Penumpukan Kapal Mulai Terura (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria mengatakan BRIN mengembangkan kapal nelayan bertenaga listrik yang diklaim mampu menekan biaya operasional energi hingga 70% dibandingkan kapal berbahan bakar minyak (BBM).

Menurut Arif, pengembangan kapal nelayan listrik merupakan bagian dari upaya BRIN mendukung peningkatan kesejahteraan nelayan melalui pemanfaatan teknologi, sekaligus memperkuat daya saing sektor perikanan nasional.

“Dalam mendukung kampung nelayan, BRIN membangun kemampuan mulai dari armada penangkapan, budidaya, hingga pengolahan hasil perikanan,” ujar Arif saat memaparkan berbagai hasil riset dan inovasi BRIN di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bersama 150 periset BRIN di Istana Kepresidenan, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga: Prabowo Panggil Peneliti BRIN ke Istana, Bahas Riset Dukung Program Pemerintah

Ia menjelaskan, inovasi yang dikembangkan tidak hanya mencakup armada penangkapan ikan, tetapi juga teknologi budidaya, penyimpanan, pengeringan, hingga pengolahan hasil perikanan agar memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha.

“Salah satunya adalah kapal nelayan berpenggerak listrik yang berpotensi mengurangi biaya operasional energi hingga 70% dibandingkan kapal berbahan bakar minyak,” katanya.

Arif menambahkan, BRIN juga menyiapkan berbagai teknologi pendukung agar hasil tangkapan nelayan tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Baca Juga: BRIN Siapkan Roadmap Riset 2026–2045, Fokus pada Empat Teknologi Strategis

“BRIN juga menyiapkan teknologi budidaya, penyimpanan, pengeringan, dan pengolahan hasil sehingga nilai tambah tidak berhenti di laut, tetapi berlanjut hingga menjadi produk siap jual,” ujarnya.

Menurut Arif, inovasi tersebut merupakan bagian dari strategi BRIN untuk menghadirkan teknologi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dan mendukung pembangunan ekonomi berbasis riset.

Ia mengatakan BRIN terus mengembangkan berbagai teknologi di sektor pangan, energi, kesehatan, transportasi, hingga kemaritiman agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dihilirisasi dan dimanfaatkan oleh industri maupun masyarakat luas.

Arif berharap pengembangan kapal nelayan listrik dan teknologi pendukung lainnya dapat meningkatkan efisiensi biaya operasional nelayan, memperkuat produktivitas sektor perikanan, sekaligus mendukung transformasi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga: KKP: Proyek Modernisasi Kapal Nelayan Masih Tahap Pengadaan, Dana Belum Cair

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×