Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menyoroti hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang menunjukkan kualitas pendidikan Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara tetangga.
Berdasarkan survei tersebut skor kemampuan membaca Indonesia masih berada sedikit di atas Filipina, namun masih tertinggal dari Thailand, Malaysia, Vietnam, Jepang, Singapura hingga rata-rata negara anggota OECD.
“Skor PISA membaca, skor kita hanya sedikit di atas Filipina. Kita masih di bawah Thailand, di bawah Malaysia, di bawah Vietnam, di bawah rata-rata OECD, di bawah Jepang, di bawah Singapura,” kata Prabowo saat bertemu dengan 150 periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan, Kamis (6/8).
Baca Juga: DKI Lanjutkan Persiapan Obligasi Daerah, Tunggu Persetujuan Pemerintah Pusat
Meski demikian, Prabowo menilai hasil tersebut perlu dilihat secara proporsional karena Indonesia memiliki tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding negara-negara dengan wilayah kecil.
Menurut dia, mengelola pendidikan di Indonesia tidak bisa disamakan dengan Singapura yang hanya memiliki sekitar lima juta penduduk dan wilayah yang relatif kecil.
“Indonesia punya 388.000 sekolah. Ada di tengah gunung, ada di pulau terluar. Jadi bagaimana memberi pendidikan yang terbaik untuk Indonesia?” ujarnya.
Ia mencontohkan, pemerintah daerah di kawasan kepulauan harus menghadapi tantangan lebih besar untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga hingga ke wilayah paling terpencil.
“Jangankan Indonesia. Mungkin Kepala Dinas Pendidikan Maluku Utara atau Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara, bagaimana dia harus mengecek sekolah-sekolah di Miangas, di pulau-pulau terpencil. This is reality,” katanya.
Meski menghadapi tantangan geografis yang besar, Prabowo menegaskan kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk tertinggal.
Menurutnya, hasil PISA harus menjadi bahan evaluasi agar Indonesia mampu mengejar ketertinggalan melalui investasi yang lebih besar di sektor pendidikan dan riset.
“Ini tidak boleh menjadi alasan bahwa kita tidak perlu mengejar ketertinggalan. Sudah kita terima ini sebagai peringatan, koreksi, dan kita cari bagaimana kita akan atasi,” tegas Prabowo.
Baca Juga: Kepala BGN Klarifikasi Isu Bakal Buka 13.000 Dapur MBG
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
