kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Darmin tak masalah realisasi repatriasi aset mini


Jumat, 30 Desember 2016 / 19:26 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melansir per 27 Desember 2016, realisasi dana repatriasi yang telah ditampung oleh bank nasional maupun gateway lainnya baru mencapai Rp 89,6 triliun. Angka tersebut baru 63,6% dari total komitmen repatriasi pajak (tax amnesty) sebesar Rp 141 triliun.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK Irwan Lubis merinci, Rp 88,2 triliun masih mengendap di gateway perbankan. Sementara, Rp 1,27 triliun ada di tangan manajer investasi. Terakhir, Rp 832 miliar sisanya berada di gateway pedagang perantara efek.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI) Darmin Nasution masih ingin melihat capaian dana repatriasi yang  kemungkinan bertambah dalam beberapa hari lagi.

“Kita tunggu saja hari Selasa. Angka pastinya bisa kita tahu besok atau nanti. Kita tunggu saja,” katanya usai menutup perdagangan akhir tahun 2016 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/12).

Darmin mengatakan bahwa belakangan ini dirinya menyaksikan program amnesti pajak yang berjalan cukup baik walau belum sempurna. Ia mengatakan, dalam amnesti pajak ini tidak hanya mengharapkan kuantitas, atau seberapa besar dana yang masuk, tetapi juga kualitas.

“Bagi saya yang penting adalah bagaimana menertibkan perusahaan indonesia yang kebanyakan adalah perusahaan keluarga, yang selama ini menghindar untuk terbuka, khususnya hubungannya dengan pajak. Amnesti pajak bisa menyelesaikan persoalan ini,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×