kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Darmin: April akan terjadi Deflasi


Rabu, 27 April 2011 / 16:21 WIB
Darmin: April akan terjadi Deflasi
ILUSTRASI. Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di Gedung BEI, Kamis (5/3/2020). Ada sembilan emiten yang menjadwalkan cum dividen sepekan ke depan, TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengatakan April ini akan terjadi deflasi. "Bulan April terjadi deflasi 0,15%-0,25%," kata Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia, Rabu (27/4). Dia bilang, salah satu harga yang diluar kendali adalah harga emas dan perhiasan karena berhubungan dengan moneter taraf internasional.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menilai deflasi akan terjadi namun tidak setinggi bulan Maret lalu. Menurutnya, deflasi akan terjadi pada kisaran 0,1% hingga 0,2% bulan ini. Faktor pendorongnya adalah menurunnya harga-harga kebutuhan pokok.

Rusman bilang, harga bahan-bahan kebutuhan pokok yang mengalami penurunan antara lain cabai merah, cabai rawit, ikan, bawang merah, gula, dan daging sapi. Adapun harga beras masih tertahan hingga pekan ini.

Selain itu, keputusan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi juga mendorong terjadinya deflasi.

Sebagai informasi, BPS mencatat deflasi pada bulan Maret mencapai 0,32%. Sumbangan deflasi berasal dari cabai merah 0,23%, beras sebesar 0,21%, bawang merah 0,03%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×