kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.014   6,00   0,03%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Darmin: April akan terjadi Deflasi


Rabu, 27 April 2011 / 16:21 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di Gedung BEI, Kamis (5/3/2020). Ada sembilan emiten yang menjadwalkan cum dividen sepekan ke depan, TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengatakan April ini akan terjadi deflasi. "Bulan April terjadi deflasi 0,15%-0,25%," kata Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia, Rabu (27/4). Dia bilang, salah satu harga yang diluar kendali adalah harga emas dan perhiasan karena berhubungan dengan moneter taraf internasional.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menilai deflasi akan terjadi namun tidak setinggi bulan Maret lalu. Menurutnya, deflasi akan terjadi pada kisaran 0,1% hingga 0,2% bulan ini. Faktor pendorongnya adalah menurunnya harga-harga kebutuhan pokok.

Rusman bilang, harga bahan-bahan kebutuhan pokok yang mengalami penurunan antara lain cabai merah, cabai rawit, ikan, bawang merah, gula, dan daging sapi. Adapun harga beras masih tertahan hingga pekan ini.

Selain itu, keputusan pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi juga mendorong terjadinya deflasi.

Sebagai informasi, BPS mencatat deflasi pada bulan Maret mencapai 0,32%. Sumbangan deflasi berasal dari cabai merah 0,23%, beras sebesar 0,21%, bawang merah 0,03%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×