kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.894   36,00   0,20%
  • IDX 6.110   -6,63   -0,11%
  • KOMPAS100 798   3,25   0,41%
  • LQ45 601   1,43   0,24%
  • ISSI 213   -0,33   -0,15%
  • IDX30 340   0,78   0,23%
  • IDXHIDIV20 415   -0,34   -0,08%
  • IDX80 90   0,24   0,27%
  • IDXV30 112   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 108   0,10   0,10%

Danareksa Research Institute prediksi neraca dagang Oktober defisit US$ 320 juta


Rabu, 13 November 2019 / 19:31 WIB
ILUSTRASI. Pekerja beraktivitas di area bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/10/2019).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Hal ini tentu saja menahan laju ekspor Indonesia. Terlebih lagi dengan masih adanya ketidakpastian akibat perang dagang yang mengakibatkan adanya penaikan tarif yang menghambat ekspansi manufaktur.

Tetapi DRI juga mencatat adanya hal positif, karena beberapa komoditas Indonesia mengalami kenaikan, apalagi dengan melihat adanya kenaikan harga komoditas pada September 2019 yang meningkat 1,8% (mom) di September atau bangkit dari penurunan sebesar 2,5% (mom) di bulan Juli 2019.

Baca Juga: SKK Migas perkirakan realisasi investasi hulu migas 2019 tidak mencapai target

Melihat hal itu, DRI merasa yakin bahwa komoditas Indonesia akan kembali mengalami kenaikan harga di bulan Oktober 2019.

Untuk ke depannya, DRI memprediksi kondisi ekspor pada 2019 akan sebesar US$ 166,7 miliar dan impor akan berada di kisaran US$ 171,8 miliar. Oleh karena itu, pada akhir tahun 2019, akan terjadi defisit neraca dagang sebesar US$ 5,04 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×