kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.138   51,00   0,28%
  • IDX 5.946   21,59   0,36%
  • KOMPAS100 771   0,58   0,07%
  • LQ45 590   0,40   0,07%
  • ISSI 205   1,25   0,61%
  • IDX30 334   0,32   0,10%
  • IDXHIDIV20 414   0,70   0,17%
  • IDX80 88   0,19   0,21%
  • IDXV30 113   0,20   0,17%
  • IDXQ30 107   -0,06   -0,05%

Dana Transfer Dipotong, DPR Ingatakan Pemda Jangan Naikkan Tarif Pajak


Senin, 25 Agustus 2025 / 12:34 WIB
Dana Transfer Dipotong, DPR Ingatakan Pemda Jangan Naikkan Tarif Pajak
ILUSTRASI. DPR mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menaikkan pajak untuk menutup kekurangan anggaran akibat pemangkasan Dana Transfer ke Daerah.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Anggota Komisi II DPR RI, Deddy Sitorus, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak menjadikan kenaikan pajak sebagai solusi instan untuk menutup kekurangan anggaran akibat pemangkasan Dana Transfer Pusat ke Daerah.

Menurut Deddy, langkah sejumlah daerah yang memilih menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) justru menuai penolakan dari masyarakat. Ia mendorong pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota yang terdampak pemangkasan anggaran untuk mencari cara lebih inovatif.

“Kami berharap pemerintah provinsi yang terdampak pemangkasan anggaran memikirkan cara-cara lebih inovatif, termasuk efisiensi belanja pegawai. Tapi apakah itu cukup? Untuk daerah dengan fiskal yang sangat lemah, hal ini masih jadi pertanyaan,” ujar Deddy dikutip dari laman resmi dpr.go.id, Senin (25/8).

Baca Juga: Soal Rencana Pemotongan Transfer ke Daerah, Anggota Komisi II DPR Ingatkan Bahayanya

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menilai, kenaikan pajak secara merata berpotensi menimbulkan masalah sosial.

“Paling mudah memang menaikkan pajak. Tapi kalau yang dipajaki masyarakat kebanyakan secara pukul rata, tentu akan menimbulkan masalah. Masyarakat kecil dengan pendapatan pas-pasan atau bahkan pengangguran diperlakukan sama dengan kelompok ekonomi kuat, jelas akan menimbulkan perlawanan atau ketidaksetujuan,” tegasnya.

Deddy menekankan perlunya pemerintah daerah mencari solusi pembiayaan yang lebih kreatif tanpa membebani rakyat kecil.

Menurutnya, kebijakan fiskal yang adil dan berbasis kluster ekonomi menjadi kunci agar masyarakat tetap terlindungi di tengah tekanan anggaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×