kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.015   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.239   3,07   0,05%
  • KOMPAS100 819   2,91   0,36%
  • LQ45 624   2,43   0,39%
  • ISSI 216   0,91   0,42%
  • IDX30 350   -0,04   -0,01%
  • IDXHIDIV20 430   -0,32   -0,07%
  • IDX80 94   0,40   0,43%
  • IDXV30 119   1,62   1,37%
  • IDXQ30 112   -0,06   -0,05%

CT: Ibarat perahu, kita harus mulai mendayung


Selasa, 05 Agustus 2014 / 19:42 WIB
ILUSTRASI. Komisi IX DPR mendorong Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi booster Covid-19.SURYA/PURWANTO


Reporter: Widyasari Ginting | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung menjelaskan, bahwa tren bailout yang terjadi di luar negeri tidak bakal berpengaruh banyak pada Indonesia. Menurutnya, Indonesia sendiri kini mulai menghindari pinjaman utang luar negeri yang tidak hanya memberatkan dari suku bunga, tetapi juga dari segi persyaratan. 

"Misalnya di dalam rapat percepatan infrastruktur dengan staf, Jepang ingin membantu memberikan bantuan untuk membuat  feasibility study (FS) kereta cepat  Jakarta - Bandung - Surabaya, tetapi mengikat. Artinya dia bantu FS-nya tapi jepang yang harus bantu financing dan sebagainya, saya bilang saya tidak mau," kata Chairul, Selasa (5/8). 

Memang diakui bahwa melemahnya pertumbuhan ekonomi global memberikan angin tak sedap pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk itu Chairul bilang pemerintah harus mulai bekerja keras, khususnya untuk mendorong invetasi di dalam negeri. Sehingga nantinya, barang - barang Indonesia memiliki daya saing untuk diekspor ke luar negeri. "Ibarat perahu kita harus mulai mendayung, jangan hanya bergantung pada negara lain," ungkap Chairul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×