kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

CT: Ibarat perahu, kita harus mulai mendayung


Selasa, 05 Agustus 2014 / 19:42 WIB
ILUSTRASI. Komisi IX DPR mendorong Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi booster Covid-19.SURYA/PURWANTO


Reporter: Widyasari Ginting | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung menjelaskan, bahwa tren bailout yang terjadi di luar negeri tidak bakal berpengaruh banyak pada Indonesia. Menurutnya, Indonesia sendiri kini mulai menghindari pinjaman utang luar negeri yang tidak hanya memberatkan dari suku bunga, tetapi juga dari segi persyaratan. 

"Misalnya di dalam rapat percepatan infrastruktur dengan staf, Jepang ingin membantu memberikan bantuan untuk membuat  feasibility study (FS) kereta cepat  Jakarta - Bandung - Surabaya, tetapi mengikat. Artinya dia bantu FS-nya tapi jepang yang harus bantu financing dan sebagainya, saya bilang saya tidak mau," kata Chairul, Selasa (5/8). 

Memang diakui bahwa melemahnya pertumbuhan ekonomi global memberikan angin tak sedap pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk itu Chairul bilang pemerintah harus mulai bekerja keras, khususnya untuk mendorong invetasi di dalam negeri. Sehingga nantinya, barang - barang Indonesia memiliki daya saing untuk diekspor ke luar negeri. "Ibarat perahu kita harus mulai mendayung, jangan hanya bergantung pada negara lain," ungkap Chairul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×