kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ini penyebab pertumbuhan ekonomi menurun


Selasa, 05 Agustus 2014 / 12:58 WIB
Ini penyebab pertumbuhan ekonomi menurun
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat menghadiri Perayaan Imlek Nasional 2023 di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (29/1/2023). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan II 2014 turun menjadi 5,12% dari sebelumnya di triwulan I sebesar 5,2%. Beberapa sektor ekonomi menunjukkan penurunan yang signifikan.

Kepala BPS Suryamin mengatakan ada beberapa sektor yang menyebabkan ekonomi menurun. Pertama, industri pertambangan dan penggalian. Industri ini merosot 0,15% bila dibanding triwulan II 2013.
 
Hal ini sebagai akibat pelarangan ekspor mineral mentah yang diberlakukan pemerintah sejak awal tahun. Kedua, industri pengolahan. Industri ini mengalami perlambatan pertumbuhan.

Apabila pertumbuhan triwulan II 2013 dibanding triwulan II 2012 tumbuh 5,97%, pertumbuhan triwulan II 2014 dibanding triwulan II 2013 hanya 5,04%. "Perlambatan utamanya di sektor industri non migas yaitu manufaktur," ujar Suryamin dalam konferensi persnya di Jakarta, Selasa (5/8).

Ketiga, induustri perdagangan, hotel dan restoran. Apabila dulu pertumbuhan tahunan triwulan II 2013 dibanding 2012 berhasil tumbuh 6,37%, sekarang hanya 6,37%.

Keempat, sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan. Dulu pertumbuhan sektor ini mencapai 7,96%, sekarang melambat menjadi 6,18%. Hal ini lantaran perbankan yang melambat karena kebijakan ketat dari Bank Indonesia (BI).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×